Berita

Poster dukungan bagi Jamal Khashoggi/Net

Dunia

Penyidik PBB: MBS Bersihkan Reputasi Dari Kasus Pembunuhan Jamal Khashoggi

RABU, 02 OKTOBER 2019 | 06:52 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Putra mahkota Arab Saudi, Mohammed Bin Salman (MBS) tengah mencoba memperbaiki kerusakan pada citranya yang terjadi akibat kasus pembunuhan wartawan senior Jamal Khashoggi dengan melepaskan diri dari tanggungjawab.

MBS menegaskan bahwa lapisan hirarki di Kerajaan Arab Saudi memisahkannya dari agen-agen Arab Saudi yang membunuh wartawan itu di konsulat Arab Saudi di Istanbul tahun lalu.

Begitu kata penyidik PBB, Agnes Callamard (Selasa, 1/10).


Untuk diketahui bahwa MBS untuk pertama kalinya membuka suara soal kasus tersebut dalam program CBS "60 Minutes" awal pekan ini. Dia mengatakan bahwa sebagai pemimpin Arab Saudi, faktanya dia pada akhirnya memikul tanggung jawab penuh atas pembunuhan Khashoggi yang menyita perhatian dunia. Namun dia membantah telah memerintahkan pembunuhan itu.

Ditanya bagaimana dia tidak tahu tentang pembunuhan oleh pejabat Arab Saudi itu, MBS mengatakan kepada CBS bahwa tidak mungkin baginya untuk mengetahui apa yang dilakukan tiga juta orang yang bekerja untuk pemerintah Arab Saudi setiap hari.

Menanggapi pernyataan MBS, dalam sebuah wawancara dengan Reuters, Agnes Callamard, pakar PBB pada eksekusi ringkasan, mengaitkan ucapannya dengan strategi rehabilitasi dalam menghadapi kemarahan publik di seluruh dunia.

"Dia (MBS) menciptakan jarak antara dirinya, dia membebaskan dirinya dari tanggung jawab pidana langsung dalam pembunuhan itu. Dia menciptakan lapisan, dan lapisan dan lapisan aktor dan institusi yang melindunginya dari pertanggungjawaban langsungnya atas pembunuhan itu," jelasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya