Berita

S. Jaishankar dan Mike Pompeo di Washington/CNA

Dunia

India Ngotot Beli Sistem Rudal Dari Rusia Meski Diancam AS

SELASA, 01 OKTOBER 2019 | 07:55 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Menteri Luar Negeri India, S. Jaishankar membela hak negaranya untuk membeli sistem pertahanan rudal dari Rusia meskipun ada ancaman sanksi dari Amerika Serikat.

Hal itu dia tegaskan dalam kunjungan ke Washington awal pekan ini (Senin, 30/9).

Pada kesempatan tersebut, Jaishankar mengatakan India sedang membahas keprihatinan Amerika Serikat tetapi menolak untuk memberikan keputusan akhir tentang nasib pembelian S-400 dari Rusia.


"Kami selalu menyatakan bahwa apa yang kami beli, sumber peralatan militer, adalah hak yang sangat berdaulat," katanya kepada wartawan sebelum pertemuan dengan timpalannya, Mike Pompeo.

"Kami tidak ingin negara bagian mana pun memberi tahu kami apa yang harus dibeli atau tidak membeli dari Rusia lebih dari yang kami inginkan negara mana pun memberi tahu kami untuk membeli atau tidak membeli dari Amerika," sambungnya, seperti dimuat Channel News Asia.

"Kebebasan memilih itu adalah milik kami dan kami pikir adalah kepentingan semua orang untuk mengakui hal itu," tegasnya.

India yang merupakan sekutu Perang Dingin Uni Soviet, tahun lalu setuju untuk membeli lima sistem S-400 seharga 5,2 miliar dolar AS dan Rusia mengatakan bahwa pengirimannya sesuai jalur.

Langkah tersebut mendapat ancaman sanksi dari Amerika Serikat.

Di bawah undang-undang tahun 2017, Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap negara-negara atas pembelian senjata "besar" dari Rusia karena keterlibatan militer Moskow di Ukraina dan Suriah dan diduga ikut campur dalam pemilihan Amerika Serikat.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya