Berita

Parade militer China/CNA

Dunia

Dibayangi Masalah Hong Kong Dan Perang Dagang, China Rayakan HUT Ke-70 Dengan Parade Militer

SELASA, 01 OKTOBER 2019 | 07:19 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

China menggelar perayaan atas supremasi Partai Komunis selama 70 tahun pada hari ini (Selasa, 1/10) dengan parade militer yang melibatkan tank, rudal dan pasukan.

Pihak berwenang di Beijing telah menutup jalan, melarang penerbangan layang-layang dan menutup beberapa palang sebagai bagian dari pengamanan ketat untuk digelarnya acara perayaan perjalanan China dari negara yang hancur oleh perang dan kemiskinan menjadi negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia.

Rencananya, parade militer besar-besaran akan digelar di Lapangan Tiananmen di bawah pengawasan Presiden Xi Jinping.


Dalam parade itu diperkirakan akan dipamerkan senjata baru, termasuk drone hipersonik dan rudal balistik antarbenua yang dapat mencapai Amerika Serikat.  

"Persatuan adalah besi dan baja. Persatuan adalah sumber kekuatan," kata Xi dalam pidatonya pada Senin malam (30/9).

Namun di balik proyeksi kekuatan, terdapat sejumlah tantangan yang tengah menguji kemampuan Xi untuk menjaga stabilitas ekonomi dan politik di dalam dan luar negeri.

"Partai berharap bahwa kesempatan ini akan menambah legitimasinya dan menggalang dukungan pada saat tantangan internal dan eksternal," kata peneliti China di Macquarie University di Sydney, Adam Ni seperti dimuat Channel News Asia.

Dia menambahkan bahwa masalah negosiasi perang perdagangan Amerika Serikat yang berlarut-larut serta penyebaran demam babi Afrika dan melonjaknya harga daging babi telah menjadi masalah tersendiri.

Namun dari semua masalah yang ada, Hong Kong merupakan sorotan utama. Gelombang protes anti-pemerintah yang telah terjadi selama beberapa bulan terakhir terus terjadi menarik perhatian dunia.

Wilayah semi-otonom itu terjebak dalam kerusuhan terburuk sejak Inggris mengembalikan pusat keuangan itu ke China pada tahun 1997.

Polisi dam pengunjuk rasa tidak jarang terlibat bentrok dan baku hantam dengan melibatkan gas air mata dan bom bensin.

Dalam pidatonya, Xi menegaskan janji untuk sepenuhnya dan dengan setia menerapkan kebijakan "satu negara, dua sistem" bagi Hong Kong.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya