Berita

Poster Greta Thunberg di tengah aksi unjuk ras amenentang perubahan iklim di Swiss pekan lalu/RT

Dunia

Paksa Siswa Ikut Aksi Unjuk Rasa, Sekolah Ini Tuai Kecaman

SELASA, 01 OKTOBER 2019 | 06:59 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sebuah sekolah di Swedia timur kebanjiran kecaman setelah memaksa siswanya untuk turun ke jalanan dan mengambil bagian dari unjuk rasa menentang perubahan iklim.

Sekolah itu adalah Vastangard yang terletak di di Umea, Swedia. Pihak sekolah memberi tahu orang tua dan wali bahwa partisipasi dalam aksi unjuk rasa menentang iklim yang digelar Jumat pekan lalu adalah wajib bagi siswa.

Dengan mengutip media lokal, Russia Today pada Senin (30/9) mengabarkan bahwa beberapa kepala sekolah di Swedia telah memberikan persetujuan bagi siswa untuk keluar dan menghadiri aksi unjuk rasa menentang perubahan iklim Jumat pekan kemarin. Namun tidak ada yang mewajibkannya ke para siswa.


Sedangkan sekolah di Umea itu mewajibkan siswanya untuk mengambil bagian dalam aksi tersebut, terlepas dari apakah mereka memang ingin ikut atau tidak.

Hal itu menuai kritik dan kecaman oleh warga Swedia di Twitter. Mereka menilai bahwa keputusan pihak sekolah itu tidak demokratis dan otoriter karena memaksa anak-anak untuk mengambil bagian dalam gerakan bahkan jika mereka tidak menginginkannya.

Anggota dewan setempat Anders Agren mengatakan dalam sebuah cuitan mengatakan bahwa orangtua para siswa di sekolah itu diberitahu bahwa sekolah telah membuat keputusan atas permintaan Greta Thunberg, aktivis iklim remaja yang lantang menyuarakan perubahan iklim di panggung dunia.

Thunberg diketahui kerap membolos dari sekolah setiap hari Jumat selama setahun untuk turun ke jalan dan meminta kaum muda di seluruh dunia untuk bolos sekolah demi aksi global menentang perubahan iklim dan mendesak para pemimpin dunia untuk mengambil tindakan terhadap perubahan iklim.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Tiga Tahun UU TPKS: DPR Soroti Masalah Penegakan Hukum dan Temuan Kasus di Lapas

Kamis, 15 Januari 2026 | 12:08

Komisi III DPR Mulai Bahas RUU Perampasan Aset Tindak Pidana

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:48

Utang Luar Negeri Indonesia Kompak Menurun

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:34

Giliran Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono Diperiksa KPK di Kasus OTT Bupati Bekasi

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:19

Muncul Tudingan Pandji Antek Asing di Balik Kegaduhan Mens Rea

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:04

Emas Antam Naik Terus, Tembus Rp2,67 Juta per Gram!

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:54

KPK Tak Segan Tetapkan Heri Sudarmanto Tersangka TPPU

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:43

TAUD Dampingi Aktivis Lingkungan Laporkan Dugaan Teror ke Bareskrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:28

Istana Ungkap Pertemuan Prabowo dan Ribuan Guru Besar Berlangsung Tertutup

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:27

Update Bursa: BEI Gembok Saham Tiga Saham Ini Akibat Lonjakan Harga

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:17

Selengkapnya