Berita

Komisoner Komnas HAM, Amiruddin Al Rahab/RMOL

Politik

Stop Gunakan Istilah Pendatang, Komnas HAM: Semua Korban Adalah Warga Negara Indonesia

SELASA, 01 OKTOBER 2019 | 00:36 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Dalam sebulan terakhir, tanah Papua diwarnai gejolak yang berujung pada perusakan fasilitas umum dan jatuhnya korban jiwa. Terbaru terjadi di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua yang menelan korban jiwa hingga 32 orang.

"Suasana ini bertambah riuh karena dihubungkan dengan suku-suku tertentu dengan penggunaan kata warga pendatang. Dalam konteks HAM, semua yang menjadi korban adalah warga negara Indonesia," ujar Komisoner Komnas HAM, Amiruddin Al Rahab di Gedung Komnas HAM, Jakarta, Senin (30/9).

Merepons gejolak yang ada, Komnas HAM meminta kepada presiden untuk mengirim Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) untuk datang ke Papua dan mengoordinir semua kementerian yang ada di bawahnya, terutama Menteri Kesehatan dan Menteri Sosial.


"Yang diperlukan saat ini adalah mendinginkan suasana Papua. Kita juga harus menahan diri dengan tidak mengeluarkan pernyataan yang tidak berdasar," jelasnya.

Selain itu yang tak kalah penting, kata Amir, adanya ribuan orang yang mengungsi harus mendapat perhatian lebih supaya kebutuhan pokoknya terpenuhi agar tak menimbulkan trauma berkepanjangan.

"Saya pernah hidup di Wamena. Di sana transportasinya sulit dan jauh dari mana-mana karena posisinya ada di atas gunung.  Maka kita berharap pemerintah dapat memberikan keyakinan kepada masyarakat agar dia tidak perlu keluar lagi," tegasnya.

Di sisi lain, ia juga meminta hukum ditegakkan seadil-adilnya dalam menangani konflik di Bumi Cenderawasih agar persoalan tersebut tertangani ke depannya.

"Ini concern kita supaya tidak terulang kembali. Kita sedih dan berduka sudah banyak korban yang jatuh," tutupnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Demokrasi Matang dan Tonggak Sejarah Baru di Maroko Pasca-Pemilu 2026

Rabu, 30 September 2026 | 10:27

Komisi IX DPR Dorong Pekerja Platform Digital Masuk RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Rabu, 30 September 2026 | 10:18

Rupiah Menguat, Intip Proyeksinya Hari Ini

Rabu, 30 September 2026 | 10:07

Prabowo Dorong Rehabilitasi Pengguna Narkoba Berbasis Pendidikan dan Teknologi

Rabu, 30 September 2026 | 10:04

Trump Ganti Istilah AI jadi Super Intelligence

Rabu, 30 September 2026 | 09:50

Dugaan Suap Bela Parahiyangan Investindo Mirip Perkara Summarecon

Rabu, 30 September 2026 | 09:39

Jokowi Sengaja Tunjukkan KTA PSI di Kandang Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 09:36

Jokowi Menyadari Dirinya dan Gibran Sedang Diserang

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Indonesia Usulkan Mekanisme Koordinasi Lintas Negara Berantas Penipuan Daring

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Selengkapnya