Berita

Aksi di depan gedung DPR/Net

Politik

Ribuan Massa Dekati Kawat Berduri, Kapolres: Selamat Datang Silakan Tertib

SENIN, 30 SEPTEMBER 2019 | 15:53 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Ribuan massa aksi gabungan buruh, tani, mahasiswa, dan pelajar menggelar aksi di dekat gerbang utama Gedung MPR/DPR RI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (30/9) sore.

Mereka telah melewati barikade Marinir TNI Angkatan Laut (AL) dan terus maju hingga pembatas jalan dan kawat duri yang dipasang dekat gerbang utama.

Pantauan Kantor Berita Politik RMOL, ribuan massa aksi terus maju melewati barikade Marinir TNI AL. Sementara puluhan Marinir tampak memberikan ruang bagi ribuan massa agar maju hingga di pembatas di dekat gedung DPR RI.


Pembatas antara massa aksi terletak sekitar 500 meter dari gedung DPR RI. Terlihat terdapat dua batas barrier berton dan kawat duri.

Batas pertama dan kedua hanya berjarak sekitar 50 meter. Barier tersebut membatasi ribuan aparat kepolisian yang mengamankan aksi dengan ribuan massa aksi.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Harry Kurniawan mengimbau kepada massa aksi untuk menjaga unjuk rasa dengan tertib.

Bahkan, Harry mengimbau massa aksi untuk tidak merusak kawat duri pembatas antara massa aksi dengan aparat kepolisian.

"Selamat datang kawan-kawan buruh dan mahasiswa. Saya harap kawan-kawan menjalankan aksi unjuk rasa dengan tertib," ucapnya menggunakan pengeras suara.

Selain itu, Harry juga meminta agar para butuh dan mahasiswa untuk memisahkan diri dari massa lainnya yang berusaha untuk memprovokasi.

"Terima kasih kawan-kawan buruh dan mahasiswa untuk memisahkan diri dari massa yang ingin bergabung. Saya harap kawan-kawan buruh dan mahasiswa untuk memisahkan dari massa yang tidak dikenal," jelasnya.

Terlihat pula, ratusan pelajaran yang paling di depan melemparkan batu dan botol air mineral ke arah petugas. Namun, ribuan massa dari buruh dan mahasiswa masih berjarak sekitar 200 meter dari massa pelajar.

Ribuan aparat dari Shabara dan Brimob telah siaga dengan alat anti huru-hara seperti tameng, tongkat, dan senjata gas air mata. Bahkan terlihat pula mobil water cannon dan baracuda juga telah siaga.

Hingga saat ini, aparat kepolisian masih terus mengimbau massa untuk tidak melakukan aksi provokatif yang dapat menimbulkan kerusuhan.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

Matador Pulangkan Belgia di Menit Akhir

Sabtu, 11 Juli 2026 | 04:14

Pengadaan Batu Bara Belum Tentu Penyebab Blackout Sumatera

Sabtu, 11 Juli 2026 | 04:05

Ijazah Asli Jokowi Dipastikan Sama seperti Unggahan Dian Sandi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:45

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Jampidsus Febrie Resmi Mundur

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:23

Antara VAR dan Tuduhan Argentina Anak Emas FIFA

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:02

Pemerintah Dukung Kortastipidkor Usut Tuntas Perkara Korupsi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:35

Pernyataan Febrie Dinilai Upaya Kendalikan Narasi di Tengah Deretan Fakta

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:33

Demo Copot Jampidsus Febrie

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:24

Akademisi University Swedia Teliti Penanggulangan Bencana PMI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:11

Selengkapnya