Berita

Utusan Khusus AS di Ukraina, Kurt Volker/Net

Dunia

Eks Utusan AS Di Ukraina Bakal Ungkap Penyalahgunaan Kekuasaan Trump

SENIN, 30 SEPTEMBER 2019 | 15:35 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Senjata makan tuan, mungkin jadi peribahasa yang cocok untuk Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump saat ini.

Pasalnya, mantan Utusan Khusus AS di Ukraina, Kurt Volker akan memberikan kesaksian yang diprediksi memberatkan Trump.

Emerging Europa yang melansir dari CNN melaporkan, Volker akan bersaksi di tiga komite Kongres AS tentang perannya dalam dugaan penyalahgunaan kekuasaan Trump.


Volker akan tampil di hadapan Komite Intelijen, Pengawasan, dan Luar Negeri DPR AS pada 3 Oktober mendatang. Kini dia berada di pusat penyelidikan panggilan kongres.

Pelapor mengklaim, Trump mengancam akan menahan 400 juta dolar AS sebagai bantuan luar negeri dan militer kongres untuk Ukraina, kecuali jika Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky membentuk penyelidikan korupsi terhadap Calon Presiden AS dari Demokrat, Joe Biden dan putranya, Hunter Biden.

Namun, pihak berwenang Ukraina menyatakan tidak menemukan bukti kesalahan terhadap Joe maupun Hunter Biden.

Dalam kasus tersebut, Volker diduga telah memfasilitasi pertemuan antara anggota staf senior Zelensky dan pengacara pribadi Trump, Rudy Giuliani atas nama Departemen Luar Negeri AS.

Sehari setelah adanya laporan dari seorang pejabat intelijen AS tentang penyalahgunaan kekuasaan Trump, Jumat (27/9), diketahui Volker mengundurkan diri.

Nantinya, selain Volker, Giuliani dan Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo juga dipanggil untuk bersaksi. Pelapor juga akan muncul di sidang kongres paling cepat pada pekan ini.

Sementara itu, Biro Anti-Korupsi Nasional Ukraina (NABU) mengumumkan pihaknya telah meluncurkan penyelidikan ke Burisma Holdings, perusahaan tempat putra Biden menjabat sebagai anggota dewan.

Namun, penyelidikan justru dilakukan terhadap dugaan kesalahan perusahaan antara 2010 hingga 2012, jauh sebelum Hunter Biden bergabung. 

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Tiga Tahun UU TPKS: DPR Soroti Masalah Penegakan Hukum dan Temuan Kasus di Lapas

Kamis, 15 Januari 2026 | 12:08

Komisi III DPR Mulai Bahas RUU Perampasan Aset Tindak Pidana

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:48

Utang Luar Negeri Indonesia Kompak Menurun

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:34

Giliran Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono Diperiksa KPK di Kasus OTT Bupati Bekasi

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:19

Muncul Tudingan Pandji Antek Asing di Balik Kegaduhan Mens Rea

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:04

Emas Antam Naik Terus, Tembus Rp2,67 Juta per Gram!

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:54

KPK Tak Segan Tetapkan Heri Sudarmanto Tersangka TPPU

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:43

TAUD Dampingi Aktivis Lingkungan Laporkan Dugaan Teror ke Bareskrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:28

Istana Ungkap Pertemuan Prabowo dan Ribuan Guru Besar Berlangsung Tertutup

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:27

Update Bursa: BEI Gembok Saham Tiga Saham Ini Akibat Lonjakan Harga

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:17

Selengkapnya