Berita

Presiden Jokowi/Net

Politik

Jokowi "Maju Kena Mundur Kena" Jika Nekat Terbitkan Perppu KPK

MINGGU, 29 SEPTEMBER 2019 | 17:51 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Presiden Joko Widodo saat ini dalam keadaan 'Maju Kena Mundur Kena' alias serba salah.

Pasalnya langkah Presiden Jokowi yang berencana ingin mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) KPK, tidak sepenuhnya mendapat dukungan dari partai pendukung Jokowi.

Bahkan Fraksi PDIP menganggap Jokowi tidak menghormati DPR bila keluarkan Perppu UU Komisi Pemberantasan Korupsi.


Pengamat politik Universitas Indonesia Ade Reza Hariyadi melihat itu sebagai hal yang wajar.

"Karena pada saat pembahasan RUU KPK, Presiden tidak menunjukan sinyal penolakan. Oleh karena itu wajar jika partai pendukungnya akan kecewa jika Presiden mengeluarkan Perppu KPK, " ujar Ade saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (29/9).

Selain itu, mundurnya Menteri Hukum dan HAM Yasona Laoly, yang juga merupakan Kader PDIP membuat banyak spekulasi di masyarakat.

Meskipun Yasona beralasan akan dilantik menjadi anggota DPR RI pada 1 Oktober mendatang namun sebagian publik meraba mundurnya Yasona karena tidak suka dengan langkah Jokowi.

"Inilah simalakama lainnya, keberadaan Menkumham penting sebagai ujung tombak pemerintah dalam pembuatan suatu norma sebagai usulan RUU atau kebijakan pemerintah," kata Ade.

"Dengan kekosongan posisi tersebut tentu akan berpengaruh pada confidency dan efektifitas peranan pemerintah, " pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Demokrasi Matang dan Tonggak Sejarah Baru di Maroko Pasca-Pemilu 2026

Rabu, 30 September 2026 | 10:27

Komisi IX DPR Dorong Pekerja Platform Digital Masuk RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Rabu, 30 September 2026 | 10:18

Rupiah Menguat, Intip Proyeksinya Hari Ini

Rabu, 30 September 2026 | 10:07

Prabowo Dorong Rehabilitasi Pengguna Narkoba Berbasis Pendidikan dan Teknologi

Rabu, 30 September 2026 | 10:04

Trump Ganti Istilah AI jadi Super Intelligence

Rabu, 30 September 2026 | 09:50

Dugaan Suap Bela Parahiyangan Investindo Mirip Perkara Summarecon

Rabu, 30 September 2026 | 09:39

Jokowi Sengaja Tunjukkan KTA PSI di Kandang Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 09:36

Jokowi Menyadari Dirinya dan Gibran Sedang Diserang

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Indonesia Usulkan Mekanisme Koordinasi Lintas Negara Berantas Penipuan Daring

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Selengkapnya