Berita

Gerakan Payung di Hong Kong/Net

Dunia

Lima Tahun Gerakan Payung, Perjuangan Pro-Demokrasi Hong Kong Belum Usai

MINGGU, 29 SEPTEMBER 2019 | 06:48 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Puluhan ribu orang turun ke kawasan markas besar pemerintah Hong Kong pada Sabtu malam (28/9) untuk memperingati lima tahun Gerakan Payung, yakni sebuah gerakan pro-demokrasi yang pertama kali didirikan di wilayah tersebut.

Gerakan Payung sendiri dilakukan oleh anak muda dan pelajar yang duduk selama 79 hari mengepung kompleks kantor pemerintah Hong Kong dan mengambil alih sebagian dari kawasan bisnis pusat kota pada musim gugur tahun 2014 lalu.

Meski menarik perhatian dunia, namun Gerakan Payung gagal memenangkan konsesi apa pun dari China mengenai hak untuk pemilihan yang bebas dan adil.


Meski begitu, puluhan ribu orang tetap mengenangan perjuangan tersebut dengan kembali turun ke jalan untuk memperingati lima tahun gerakan tersebut.

"Bebaskan Hong Kong! Sekarang Demokrasi!" begitu teriak kerumunan massa.

"Setiap gerakan memunculkan gerakan berikutnya. Sepanjang yang kita perjuangkan adalah demokrasi sejati," kata seorang profesor hukum yang merupakan salah satu dari tiga pendiri Gerakan Payung tersebut, Benny Tai, seperti dimuat Al Jazeera.

Semangat Gerakan Payung sendiri dibawa dalam gelombang protes yang terjadi di Hong Kong beberapa bulan belakangan.

"Saat itu, tujuannya tidak jelas bagi saya. Tetapi selama bertahun-tahun dan terutama beberapa bulan terakhir, masalah dengan pemerintah kami telah menggelembung," kata seorang pramugari yang ikut ambil bagian dalam peringatan Gerakan Payung, MJ Fung.

Bagi Fung dan banyak pemrotes lainnya, seruan terbaru untuk demokrasi muncul ketika pejabat pemerintah Hong Kong maju dengan undang-undang yang memungkinkan siapa pun di wilayah itu dikirim ke pengadilan di China.

Namun setelah akhir protes jalanan, pemerintah pun menarik undang-undang tersebut.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya