Berita

Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif/Net

Dunia

Menlu Iran Diminta Barter Tahanan Saat Mau Besuk Kerabat Di AS

SABTU, 28 SEPTEMBER 2019 | 15:32 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemerintah Amerika Serikat telah menolak izin kunjungan Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif ke sebuah rumah sakit di New York, tempat rekannya dirawat.

Namun demikian, pemerintah AS tetap memberikan tawarin lain agar Zarif bisa tetap berkunjung.

Dimuat oleh CNN, Sabtu (28/9), Zarif kesulitan mendapatkan izin untuk mengunjungi kerabatnya yang dirawat di sebuah rumah sakit di New York.


Rumah sakit yang diketahui sebagai Pusat Kanker Memorial Sloan Kettering Cancer Centre itu ternyata memiliki jarak yang dekat dengan Gedung PBB, tempat pertemuan tahunan Majelis Umum ke-74.

Namun, seorang pejabat AS menuturkan, bila Zarif tetap ingin berkunjung, Iran harus terlebih dahulu melepaskan seorang warga AS yang telah ditangkap dan ditahan selama beberapa tahun oleh Iran.

"Menlu Zarif ingin mengunjungi seorang kolega yang berada di rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Iran telah secara salah menahan beberapa warga AS selama bertahun-tahun. Kami telah meneruskan ke misi Iran bahwa permintaan perjalanan akan dikabulkan jika Iran membebaskan seorang warga negara AS," ujar seorang pejabat AS yang tidak diketahui identitasnya seperti yang dilansir oleh CNN, Sabtu (28/9).

Menanggapi hal ini, seorang diplomat asal Iran, Alireza Miryousefi geram. Dalam Twitternya, Miryousefi menulis, "Perjalanan!! Hanya beberapa menit jalan kaki."

Sebelumnya, delegasi Iran memang menyatakan mendapatkan kesulitan untuk mendapatkan visa perjalanan ke New York, meski untuk agenda pertemuan PBB. Beberapa hari menjelang pertemuan, visa keberangkatan baru dikeluarkan oleh AS untuk delegasi Iran, termasuk untuk Presiden Iran, Hassan Rouhani. 

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Tiga Tahun UU TPKS: DPR Soroti Masalah Penegakan Hukum dan Temuan Kasus di Lapas

Kamis, 15 Januari 2026 | 12:08

Komisi III DPR Mulai Bahas RUU Perampasan Aset Tindak Pidana

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:48

Utang Luar Negeri Indonesia Kompak Menurun

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:34

Giliran Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono Diperiksa KPK di Kasus OTT Bupati Bekasi

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:19

Muncul Tudingan Pandji Antek Asing di Balik Kegaduhan Mens Rea

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:04

Emas Antam Naik Terus, Tembus Rp2,67 Juta per Gram!

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:54

KPK Tak Segan Tetapkan Heri Sudarmanto Tersangka TPPU

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:43

TAUD Dampingi Aktivis Lingkungan Laporkan Dugaan Teror ke Bareskrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:28

Istana Ungkap Pertemuan Prabowo dan Ribuan Guru Besar Berlangsung Tertutup

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:27

Update Bursa: BEI Gembok Saham Tiga Saham Ini Akibat Lonjakan Harga

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:17

Selengkapnya