Berita

Panen sawit/Net

Dunia

Di Sidang Umum PBB, Mahathir Curhat Impor Sawit Diboikot Eropa

SABTU, 28 SEPTEMBER 2019 | 14:44 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pertemuan tahunan Majelis Umum PBB ke-74 di New York beberapa hari lalu banyak dimanfaatkan oleh pemimpin negara untuk membahas isu-isu penting. Tak terkecuali, Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad yang memanfaatkan Sidang Umum PBB untuk membawa agenda larangan impor minyak kelapa sawit oleh Eropa.

"Minyak kelapa sawit masih menjadi kontributor besar bagi perekonomian Malaysia. Kami mengimbau orang kaya (negara-negara Eropa) untuk tidak memiskinkan kami, tidak membuat ratusan ribu pekerja kami kehilangan penghasilan. Anda akan melakukan perbuatan baik dengan mengonsumsi minyak sawit," ujar Mahathir, Jumat (27/9).

Lebih lanjut, Mahathir dengan tegas mengungkapkan bahwa tidak ada bukti minyak kelapa sawit beracun. Oleh karenanya, pelarangan sawit yang dilakukan oleh negara-negara Eropa merupakan sebuah bentuk perang baru yang menimbulkan kerugian besar bagi suatu negara.


Uni Eropa saat ini memang tengah melakukan pelarangan impor minyak kelapa sawit secara perlahan. Hal tersebut dikarenakan kebun kelapa sawit dianggap telah menghancurkan lingkungan, mengurangi penyerapan karbondioksida, hingga menghancurkan habitat hewan-hewan yang dilindungi.

Dalam rangka pelarangan minyak kelapa sawit, beberapa produk Eropa dilabeli "bebas minyak kelapa sawit" dan penggunaan biofuel dari sawit pun sudah dilarang penggunaannya.

Tidak hanya sawit Malaysia, Eropa juga melarang impor sawit dari Indonesia. Atas dasar ini, Malaysia dan Indonesia berusaha untuk mengajukan tuntutan ke Mahkamah Internasional. Meski demikian, Mahathir mengungkapkan pihaknya masih tetap mengutamakan proses damai. 

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Tiga Tahun UU TPKS: DPR Soroti Masalah Penegakan Hukum dan Temuan Kasus di Lapas

Kamis, 15 Januari 2026 | 12:08

Komisi III DPR Mulai Bahas RUU Perampasan Aset Tindak Pidana

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:48

Utang Luar Negeri Indonesia Kompak Menurun

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:34

Giliran Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono Diperiksa KPK di Kasus OTT Bupati Bekasi

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:19

Muncul Tudingan Pandji Antek Asing di Balik Kegaduhan Mens Rea

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:04

Emas Antam Naik Terus, Tembus Rp2,67 Juta per Gram!

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:54

KPK Tak Segan Tetapkan Heri Sudarmanto Tersangka TPPU

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:43

TAUD Dampingi Aktivis Lingkungan Laporkan Dugaan Teror ke Bareskrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:28

Istana Ungkap Pertemuan Prabowo dan Ribuan Guru Besar Berlangsung Tertutup

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:27

Update Bursa: BEI Gembok Saham Tiga Saham Ini Akibat Lonjakan Harga

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:17

Selengkapnya