Berita

Ketua Badan Eksekutif Indonesia Universitas Indonesia (BEM UI), Manik Margana Mahendra/Net

Politik

Tak Libatkan Rakyat Jadi Alasan BEM UI Tolak Undangan Jokowi

SABTU, 28 SEPTEMBER 2019 | 03:41 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Ada alasan tersendiri bagi Ketua Badan Eksekutif Indonesia Universitas Indonesia (BEM UI), Manik Margana Mahendra menolak undangan Presiden Joko Widodo untuk berdialog di Istana Negara.

Dalam sebuah video yang beredar, Manik menjelaskan bahwa penolakan undangan tersebut tak lain karena tak melibatkan masyarakat.

"Kami menyayangkan undangan terbuka hari ini yang hanya ditujukan kepada mahasiwa, tetapi tidak mengundang elemen masyarakat terdampak lainnya," ujarnya Manik, Jumat (27/9).


"Gerakan reformasi dikorupsi merupakan gerakan seluruh elemen masyarakat," sambungnya.

Manik menjelaskan, demonstrasi yang terjadi beberapa hari ke belakang merupakan akumulasi kekecewaan masyarakat terhadap Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Pemerintah Republik Indonesia atas segala permasalahan yang terjadi, bukan semata-mata hanya sekadar keresahan mahasiswa.

"Seperti Karhutla di Sumatera dan Kalimantan, pengesan RUU yang bermasalah, represifitas aparat di beberapa daerah, serta masalah lain yang mengancam demokrasi dan pemberantasan korupsi," terang Manik.

Selain itu, ia juga mengecam segala bentuk kriminalisasi yang dilakukan  oleh pemerintah kepada aktivis dan pers.

Oleh karena itu, BEM UI menuntut presiden menindak lanjuti secara tegas segala bentuk tindakan represif yang telah dilakukan aparat kepada seluruh masa aksi serta pers.

"Serta menuntut presiden untuk segera membebaskan aktivis yang dikriminalisasi, " pungkas Manik.

Melalui Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, pemerintah mengumpulkan seluruh petinggi BEM se-Indonesia, Kamis (26/9). Dalam diskusi yang digelar di Istana Negara, pemerintah melakukan dialog bersama dengan sekitar 70-an mahasiswa, tanpa kehadiran BEM UI.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Demokrasi Matang dan Tonggak Sejarah Baru di Maroko Pasca-Pemilu 2026

Rabu, 30 September 2026 | 10:27

Komisi IX DPR Dorong Pekerja Platform Digital Masuk RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Rabu, 30 September 2026 | 10:18

Rupiah Menguat, Intip Proyeksinya Hari Ini

Rabu, 30 September 2026 | 10:07

Prabowo Dorong Rehabilitasi Pengguna Narkoba Berbasis Pendidikan dan Teknologi

Rabu, 30 September 2026 | 10:04

Trump Ganti Istilah AI jadi Super Intelligence

Rabu, 30 September 2026 | 09:50

Dugaan Suap Bela Parahiyangan Investindo Mirip Perkara Summarecon

Rabu, 30 September 2026 | 09:39

Jokowi Sengaja Tunjukkan KTA PSI di Kandang Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 09:36

Jokowi Menyadari Dirinya dan Gibran Sedang Diserang

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Indonesia Usulkan Mekanisme Koordinasi Lintas Negara Berantas Penipuan Daring

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Selengkapnya