Kapolri Jenderal Tito Karnavian/Net
Melalui Surat Telegram (TR) resmi, Kapolri Jenderal Tito Karnavian melakukan rotasi terhadap tiga daerah yang dianggap bermasalah, yakni Papua, Riau, dan Sulawesi Tenggara.
Khusus Papua, Jenderal Tito kembali mempercayakan putra asli Papua, Irjen Paulus Waterpaw untuk memegang kendali bumi Cendrawasih.
Melalui Surat Telegram (TR) Kapolri bernomor ST/2569/IX/KEP/2019, ia menggantikan Irjen Albert Rodja yang baru lima bulan dipercayakan memegang kendali Papua.
Jenderal kelahiran Fakfak itu bukan orang baru, ia pernah mengemban Kapolres Mimika, Jayapura dan Menjadi Direskrimum Polda Papua.
Bahkan di tahun 2014 sampai 2015 ia dipercaya menjadi Kapolda Papua Barat, lalu pada 2015 hingga 2017 ia menjabat sebagai Kapolda Papua.
Dipercayakannya kembali Paulus untuk mengurusi Papua mungkin bukan tanpa sebab. Gejolak Papua pasca dugaan tindakan rasisme di Surabaya membuat daerah yang kaya sumber daya alam itu bergejolak.
Terakhir, kerusuhan di Wamena, Jayapura merenggut 22 orang tewas yang merupakan warga pendatang.
Sementara di Riau, komitmen Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mencopot Kapolda hingga Kapolsek yang gagal mengatasi Karhutla ditunjukan dengan digantikannya Kapolda Riau, Irjen Widodo Eko Prihastopo yang dimutasi menjadi Pati Baintelkam, penugasan di BIN. Posisinya diisi oleh Irjen Agung Setya Imam Effendi.
Sementara di Sultra, dua mahasiswa Unversitas Halu Oleo tewas usai demonstrasi menolak RUU KUHP di gedung DPRD Sultra. Randi tewas tertembak. Sedangkan Yusuf Kardawi tewas karena terkena benda tumpul di kepala. Kapolda Sultra Brigjen Irianto dimutasi jadi Irwil III Itwasum Polri.
Kapolda Sultra akan dijabat Brigjen Merdisyam orang yang berasal dari satuan Intelijen mantan Direktur (C) Sosial dan Budaya Baintelkam Polri.