Berita

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan/RMOL

Politik

Fokus Jaga Stabilitas Jakarta, Anies Tak Mau Urus Cuitan Ambulans Denny Siregar

JUMAT, 27 SEPTEMBER 2019 | 17:45 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tak mau ambil pusing tentang dugaan penyebaran hoax yang dilakukan oleh buzzer pendukung Joko Widodo, Denny Siregar.

Pasalnya, akun @dennysiregar7 lebih dulu berkicau mengenai ambulans milik DKI pembawa batu saat aksi demo pelajar STM. Cuitan Denny muncul lebih dulu ketimbang TMC Polda Metro.

Menanggapi hal itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan belum mau mengambil langkah hukum untuk melaporkan cuitan Denny ke polisi.


"Jadi kita tidak mau menghabiskan energi buat yang lain-lain," kata Anies di Gedung Balaikota DKI Jakarta usai bertemu dengan Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono, Jumat (27/9).

Anies menambahkan, saat ini pemprov mempunyai prioritas utama, yakni memastikan Jakarta dalam keadaan stabil dan aman untuk seluruh warganya pascademonstrasi.

"Tadi pun pertemuan dengan Pak Kapolda dalam rangka agar masyarakat di Jakarta tenang. Prioritasnya adalah Jakarta stabil dan tenang.Itu prioritas kita," paparnya.

Seperti diketahui, buzzer pendukung Joko Widodo, Denny Siregar mencuit soal ambulans berlogo DKI yang membawa batu. Cuitan itu diunggah pada Kamis (26/9) sekitar pukul 01.24.

"Hasil pantauan malam ini.. Ambulans pembawa batu ketangkep pake logo @DKI Jakarta," tulis Denny melalui akun Twitter @dennysiregar7.

Cuitan Denny itu menjadi masalah lantaran Denny lebih dulu mencuit ketimbang akun TMC Polda Metro Jaya.

"02:15 Polri amankan 5 kendaraan ambulan milik Pemprov DKI Jakarta yang digunakan untuk mengangkut batu dan bensin yang diduga untuk molotov di dekat Gardu Tol Pejompongan Jl. Gatot Subroto," demikian cuitan @TMCPoldaMetro, Kamis (26/9).

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Demokrasi Matang dan Tonggak Sejarah Baru di Maroko Pasca-Pemilu 2026

Rabu, 30 September 2026 | 10:27

Komisi IX DPR Dorong Pekerja Platform Digital Masuk RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Rabu, 30 September 2026 | 10:18

Rupiah Menguat, Intip Proyeksinya Hari Ini

Rabu, 30 September 2026 | 10:07

Prabowo Dorong Rehabilitasi Pengguna Narkoba Berbasis Pendidikan dan Teknologi

Rabu, 30 September 2026 | 10:04

Trump Ganti Istilah AI jadi Super Intelligence

Rabu, 30 September 2026 | 09:50

Dugaan Suap Bela Parahiyangan Investindo Mirip Perkara Summarecon

Rabu, 30 September 2026 | 09:39

Jokowi Sengaja Tunjukkan KTA PSI di Kandang Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 09:36

Jokowi Menyadari Dirinya dan Gibran Sedang Diserang

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Indonesia Usulkan Mekanisme Koordinasi Lintas Negara Berantas Penipuan Daring

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Selengkapnya