Berita

Petisi dukung Ananda Badudu/Repro

Hukum

Dukung Ananda Badudu, Puluhan Ribu Orang Tanda Tangani Petisi

JUMAT, 27 SEPTEMBER 2019 | 13:59 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Penangkapan musisi Ananda Badudu oleh Polda Metro Jaya di kediamannya di Jakarta Selatan, Jumat dini hari (27/9) tadi memicu lahirnya petisi. Dalam tempo beberapa jam, sudah puluhan ribu orang yang menandatangani petisi tersebut.

Banyak pihak yang merasa penangkapan ini tidak sesuai dengan nilai-nilai demokratis yang dianut oleh Indonesia. Oleh karenanya, para netizen pun langsung mengumpulkan tanda tangan untuk petisi "Bebaskan Ananda Badudu!" dengan tagar #KitaBersamaAnandaBadudu.

Tiga jam setelah petisi diluncurkan melalui laman change.org, lebih dari 65 ribu orang telah berpartisipasi. Dalam pantauan Kantor Berita Politik RMOL hingga pukul 14.00 WIB, jumlah yang mendukung petisi ini sudah lebih dari 80 ribu.


Berdasarkan kronologi singkat penangkapan Ananda yang disampaikan oleh rekannya sesama musisi, Rara Sekar, Ananda ditangkap pada pukul 04.28 WIB. Sebelumnya, sekitar pukul 04.25 WIB, beberapa orang yang diidentifikasi sebagai anggota Polda Metro Jaya menggedor pintu kos kamar Ananda.

Dari keempat polisi yang mendatangi Ananda, hanya seorang yang memakai seragam dan menunjukkan kartu identitasnya. Sembari membawa surat penangkapan, mereka mengatakan Ananda ditangkap atas keterlibatannya dalam aksi demonstrasi pada 23-24 September lalu.

Ananda diketahui melakukan aksi penggalangan dana melalui situs untuk membantu demonstrasi mahasiswa menyampaikan aspirasinya kepada pemerintah. Dalam beberapa hari, Ananda telah mengumpulkan Rp 175 juta dari 2.129 donatur sejak laman donasi diluncurkan.

Saat ini, Ananda sudah diizinkan pulang oleh pihak Polda Metro Jaya. Dia menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait transfer dana Rp 10 juta kepada rekening salah satu demonstran yang ditangkap polisi beberapa waktu lalu.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya