Berita

Carrie Lam saat berdialog dengan perwakilan pengunjuk rasa Hong Kong/Net

Dunia

Dialog Publik Hong Kong, Demonstran Tuntut Penyelidikan Independen Terhadap Kebrutalan Polisi

JUMAT, 27 SEPTEMBER 2019 | 11:25 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kerusuhan di Hong Kong mulai menemukan tanda-tanda menuju perdamaian. Setelah hampir empat bulan berunkuk rasa, para demonstran Hong Kong akhirnya punya kesempatan berdialog terbuka dengan Kepala Eksekutif Hong Kong, Carrie Lam di Stadion Queen Elizabeth, Kamis (26/9).

"Seluruh badai disebabkan oleh RUU Ekstradisi yang diprakarsai oleh pemerintah. Jika kita ingin pergi dari kesulitan dan mencari jalan keluar, pemerintah harus mengambil tanggung jawab terbesar untuk melakukannya," ujar Lam seperti yang dilansir dari Channel News Asia.

Dialog publik tersebut dihadiri oleh 150 orang demonstran yang dipilih secara acak dari 20 ribu lamaran yang masuk. Namun, jumlah itu tetap dikerucutkan lagi. Hingga, hanya 30 audiens terpilih saja yang dapat meyuarakan pendapatnya.


Dari 30 audiens tersebut, 24 orang menyatakan kritik secara terbuka kepada pemerintah, 2 orang memberi komentar netral, dan empat lainnya justru menyatakan simpati kepada pemerintahan Lam.

Dalam dialog tersebut, sebagian besar demonstran menuntut Lam untuk membentuk komisi penyelidikan independen atas dugaan kebrutalan polisi. Para audiens mengatakan polisi telah menjadi alat politik pemerintah dan saat ini semua orang kehilangan kepercayaan kepada polisi.

Bahkan ada seorang wanita yang meminta Lam untuk mengundurkan diri karena tidak cocok untuk memimpin Hong Kong.

Menanggapi komentar-komentar para demonstran, Lam mengatakan,"Saya harap Anda semua mengerti bahwa kami masih peduli dengan masyarakat Hong Kong. Hati kami masih ada. Kami akan menjaga kepedulian kami untuk masyarakat ini."

Sementara dialog berlangsung damai di dalam stadion, para demonstran berpakaian hitam lainnya yang menunggu di luar tetap berunjuk rasa. Mereka meneriakkan slogan yang berarti "pertahankan kekuatanmu".

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Tiga Tahun UU TPKS: DPR Soroti Masalah Penegakan Hukum dan Temuan Kasus di Lapas

Kamis, 15 Januari 2026 | 12:08

Komisi III DPR Mulai Bahas RUU Perampasan Aset Tindak Pidana

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:48

Utang Luar Negeri Indonesia Kompak Menurun

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:34

Giliran Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono Diperiksa KPK di Kasus OTT Bupati Bekasi

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:19

Muncul Tudingan Pandji Antek Asing di Balik Kegaduhan Mens Rea

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:04

Emas Antam Naik Terus, Tembus Rp2,67 Juta per Gram!

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:54

KPK Tak Segan Tetapkan Heri Sudarmanto Tersangka TPPU

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:43

TAUD Dampingi Aktivis Lingkungan Laporkan Dugaan Teror ke Bareskrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:28

Istana Ungkap Pertemuan Prabowo dan Ribuan Guru Besar Berlangsung Tertutup

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:27

Update Bursa: BEI Gembok Saham Tiga Saham Ini Akibat Lonjakan Harga

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:17

Selengkapnya