Berita

Imigran yang masuk ke Amerika Serikat/Net

Dunia

AS Pangkas Program Pemukiman Kembali Sebesar 40 Persen

JUMAT, 27 SEPTEMBER 2019 | 09:42 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump berencana untuk menurunkan batas atas program pemukiman kembali pengungsi yang telah berlangsung puluhan tahun menjadi 18.000 orang dari level saat ini yang mencapai 30.000.

Padahal, level 30.000 saat ini sudah merupakan level yang terendah sejak dimulainya program tersebut pada tahun 1980. Sebagai perbandingan, di masa akhir pemerintahan Barack Obama, jumlahnya hampir mencapai 85.000.

"Proposal penerimaan pengungsi ini menegaskan kembali komitmen abadi Amerika untuk membantu para pengungsi dunia, sambil memenuhi tugas pertama kami untuk melindungi dan melayani rakyat Amerika," begitu keterangan yang dirilis oleh Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (Kamis, 26/9), seperti dimuat Channel News Asia.


Untuk diketahui, pemerintah Amerika Serikat berkonsultasi dengan Kongres sebelum menyelesaikan masalah perubahan penerimaan pengungsi. Namun pada kenyataannya, kekuatan pengambilan keputusan berada di bawah Gedung Putih.

Presiden Donald Trump sendiri diketahui tegas menindak masalah imigrasi, baik legal maupun ilegal melalui serangkaian kebijakan kontroversial.

Langkah itu ditanggapi negatif oleh kompok advokasi.

"Ini adalah hari yang sangat menyedihkan bagi Amerika," kata CRO Komite Penyelamatan Internasional, David Miliband.

"Keputusan ini mewakili kerusakan lebih lanjut pada kepemimpinan Amerika dalam melindungi orang-orang yang paling rentan di seluruh dunia," tambahnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya