Berita

Kebakaran hutan/Net

Global

Menteri Lingkungan Singapura: Kebakaran Hutan Indonesia Hasilkan 360 Juta Ton Karbon Dioksida

JUMAT, 27 SEPTEMBER 2019 | 06:59 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

kebakaran hutan dan lahan di Indonesia yang terjadi sejak bulan Agustus lalu telah melepaskan 360 juta ton karbon dioksida.

Jumlah itu lebih besar dari emisi di Spanyol sepanjang tahun pada tahun 2018.

"Kami sekarang jelas bahwa kebakaran hutan ini memiliki dampak besar pada iklim," tulis Menteri Singapura untuk Lingkungan dan Sumber Daya Air Masagos Zulkifli di Facebook pasa Kamis (26/9).


“Hilangnya penyerap karbon dalam pembakaran gambut tidak dapat dipulihkan," sambungnya.

Masagos mengatakan bahkwa kebakaan hutan itu adalah momok untuk Asia Tenggara dan mendesak Indonesia untuk bertindak lebih.

"Singapura tidak akan mentolerir tindakan perusahaan yang salah yang membahayakan kesehatan dan kehidupan orang-orang di sini dan di negara-negara lain, dan yang menghambat upaya kami untuk memerangi perubahan iklim, tegasnya seperti dimuat Channel News Asia.

Kebakaran hutan yang terjadi di Indonesia disalahkan pada teknik tebang-bakar yang dilakukan oleh petani untuk membersihkan lahan pertanian. Kebakaran tesebut menghasilkan kabut asap yang mengganggu Singapura dan Malaysia dalam beberapa minggu terakhir.

Kebakaran sendiri adalah masalah tahunan. Tapi kebakaran yang terjadi tahun ini adalah yang terburuk sejak 2015.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya