Berita

Unjuk rasa Hong Kong/Net

Dunia

China Geram AS Buat RUU Dukung Demokrasi Hong Kong

JUMAT, 27 SEPTEMBER 2019 | 04:16 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

China geram dengan aksi AS yang berusaha menginternalisasi isu Hong Kong dengan membuat Rancangan Undang Undang (RUU) untuk mendukung kebebasan demokrasi di Hong Kong yang diloloskan oleh Kongres AS, Rabu (25/9).

"Mengesahkan RUU itu hanya akan mendorong kekuatan radikal dan kekerasan di Hong Kong dan mengirim Hong Kong lebih jauh ke dalam kekacauan. Ini tidak hanya akan merugikan kepentingan China, tetapi juga AS," ujar Jurubicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang, Kamis (26/9) seperti yang dilansir oleh Press TV.

Lebih lanjut, Geng mengatakan, "Tiongkok akan membalas balik dengan paksa tindakan AS yang bertujuan untuk melukai kepentingan China," karena telah menunjukkan niat jahat untuk membatasi pembangunan China.


Diketahui, Komite Hubungan Luar Negeri Senat dan Komite Dewan Urusan Luar Negeri telah meloloskan Undang-Undang Hak Asasi Manusia (HAM) dan Demokrasi Hong Kong 2019 pada Rabu (25/9). Menanggapi hal ini, Kantor Urusan Dewan Negara untuk Beijing dan Makau mengatakan RUU itu hanya akan menuangkan minyak ke api.

Pemerintah Cina sendiri sebelumnya menegaskan segala intervensi negara asing akan dibalas. China juga mengarakan negara-negara asing, terutama Amerika Serikat dan Inggris, telah memprovokasi para pemrotes dengan mengeluarkan pernyataan dukungan.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Tiga Tahun UU TPKS: DPR Soroti Masalah Penegakan Hukum dan Temuan Kasus di Lapas

Kamis, 15 Januari 2026 | 12:08

Komisi III DPR Mulai Bahas RUU Perampasan Aset Tindak Pidana

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:48

Utang Luar Negeri Indonesia Kompak Menurun

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:34

Giliran Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono Diperiksa KPK di Kasus OTT Bupati Bekasi

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:19

Muncul Tudingan Pandji Antek Asing di Balik Kegaduhan Mens Rea

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:04

Emas Antam Naik Terus, Tembus Rp2,67 Juta per Gram!

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:54

KPK Tak Segan Tetapkan Heri Sudarmanto Tersangka TPPU

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:43

TAUD Dampingi Aktivis Lingkungan Laporkan Dugaan Teror ke Bareskrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:28

Istana Ungkap Pertemuan Prabowo dan Ribuan Guru Besar Berlangsung Tertutup

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:27

Update Bursa: BEI Gembok Saham Tiga Saham Ini Akibat Lonjakan Harga

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:17

Selengkapnya