Berita

Edy Mulyadi (kedua dari kiri)/Net

Politik

Edy Mulyadi: Sangat Mungkin Jokowi Ulangi Kesalahan Di Periode Kedua

KAMIS, 26 SEPTEMBER 2019 | 16:26 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Presiden Joko Widodo diprediksi akan mengulangi kesalahan dalam menentukan susunan kabinet di periode kedua.

Direktur Program Centre of Economic and Democracy Studies (Cedes) Edy Mulyadi mengaku pesimis akan ada perubahan signifikan di kabinet Jokowi, khususnya di bidang ekonomi.

"Wajah kabinet ke depan khususnya di bidang ekonomi, saya betul-betul pesimis. Karena sangat mungkin Jokowi akan mengulangi kesalahan periode pertama," ucapnya saat diskusi publik bertema “Meraba Wajah Kabinet Jokowi Jilid II” yang digelar FrontPage Communication di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (26/9).


Edy juga mengkritik nama kabinet yang dipakai Jokowi, yaitu Kabinet Kerja. Menurutnya, nama itu tidak memiliki nilai berarti dan tidak sesuai dengan saat kampanye.

"Ketika pertama menyusun kabinet dari namanya saja sudah aduh garing banget, kerja. Itu garing banget, nggak ada ruh di sana. Padahal waktu kampanyenya itu trisakti," tegasnya.

Dia kemudian mengutip mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Buya Hamka yang mengatakan, kalau sekadar bekerja, kerbau di sawah juga bekerja.

Dengan kata lain, jargon kerja, kerja, kerja Jokowi pada periode pertama tidak memiliki makna yang berarti. Ditambah lagi, menteri kabinet Jokowi yang tidak sesuai dengan nawacita.

"Dia nggak berani pakai itu (trisakti) karena kabinetnya sama sekali nggak ada sama sekali trisaktinya, nggak ada," tegasnya.

Diskusi ini turut dihadiri oleh Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik (Himapol) Indonesia, Febri Rahmat; analis Kedaikopi, Hendri Satrio; aktivis anti korupsi,  Adhie Massardi; dan Litbang RMOL, Faisal Mahrawa sebagai narasumber. Sementara Wapimred Kantor Berita Politik RMOL, Ruslan Tambak bertindak sebagai moderator.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya