Berita

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky/Net

Dunia

Perihal Telepon Dengan Trump, Zelensky: Saya Tidak Mendapat Tekanan Apapun

KAMIS, 26 SEPTEMBER 2019 | 14:52 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky memberikan pernyataan perihal isu penggunaan kekuasaan Presiden AS, Donald Trump untuk mencari kelemahan pesaing utamanya, Joe Biden di Pemilu 2020. Zelensky mengungkapkan dirinya tidak mendapatkan tekanan apapun dari Trump dalam percakapan telepon mereka pada Juli lalu.

"Kami memiliki, saya pikir, panggilan telepon yang baik. Itu normal. Kami berbicara tentang banyak hal. Jadi saya pikir, tidak ada yang mendorong saya," ujar Zelensky di sela-sela pertemuan Sidang Umum PBB di New York, Rabu (25/9), seperti dilansir oleh Kantor Berita Rusia TASS.

Lebih lanjut, Zelensky mengungkapkan, "Maaf, tapi saya tidak ingin terlibat dalam pemilihan umum AS yang demokratis dan terbuka." Pernyataan Zelensky ini kemudian direspons dengan baik oleh Trump.


Selain itu, Zelensky juga menyatakan Ukraina siap menyelidiki kasus ini. Termasuk kasus yang terkait dengan putra mantan Wakil Presiden AS sekaligus penantang utama Trump di pemilu 2020, Joe Biden.

Zelensky menegaskan, Ukraina adalah negara merdeka dan memiliki Kantor Jaksa Agung yang independen sehingga siap untuk menyelidiki kasus tersebut.
Pada pekan lalu, terdapat laporan yang menyebut Trump diduga menuntut Zelensky untuk melakukan penyelidikan terbuka terhadap Biden dan putranya. Diketahui, Biden dan putranya yang menjalankan bisnis dengan perusahaan Ukraina diduga melakukan tindakan korupsi.

DPR AS menganggap Trump telah melakukan pelanggaran kekuasaan untuk menjatuhkan saingannya. Oleh karenanya DPR AS melakukan penyelidikan untuk melakukan pemakzulan Trump.

Hingga saat ini, Gedung Putih masih menyelidiki kasus pelanggaran kekuasaan Trump dan kasus korupsi Biden. Pada Rabu (25/9), Gedung Putih telah merilis transkrip percakapan antara Trump dan Zelensky. Menurut Departemen Kehakiman AS, tidak ada indikasi pelanggaran hukum di dalamnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Tiga Tahun UU TPKS: DPR Soroti Masalah Penegakan Hukum dan Temuan Kasus di Lapas

Kamis, 15 Januari 2026 | 12:08

Komisi III DPR Mulai Bahas RUU Perampasan Aset Tindak Pidana

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:48

Utang Luar Negeri Indonesia Kompak Menurun

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:34

Giliran Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono Diperiksa KPK di Kasus OTT Bupati Bekasi

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:19

Muncul Tudingan Pandji Antek Asing di Balik Kegaduhan Mens Rea

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:04

Emas Antam Naik Terus, Tembus Rp2,67 Juta per Gram!

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:54

KPK Tak Segan Tetapkan Heri Sudarmanto Tersangka TPPU

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:43

TAUD Dampingi Aktivis Lingkungan Laporkan Dugaan Teror ke Bareskrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:28

Istana Ungkap Pertemuan Prabowo dan Ribuan Guru Besar Berlangsung Tertutup

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:27

Update Bursa: BEI Gembok Saham Tiga Saham Ini Akibat Lonjakan Harga

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:17

Selengkapnya