Berita

Presiden Amerika Serikat Donald Trump/Net

Dunia

Ini Isi Percakapan Trump Dengan Presiden Ukraina Yang Picu Upaya Pemakzulan

KAMIS, 26 SEPTEMBER 2019 | 08:38 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump merilis rincian percakapan telepon yang dia lakukan dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky pada bulan Juli lalu.

Percakapan teleopon itu memicu penyelidikan pemakzulan terhadapnya. Demokrat menuduh Trump menggunakan kesempatan itu untuk menekan untuk menyelidiki klaim korupsi yang melibatkan perusahaan milik putra mantan wakil presiden Joe Biden, Hunter.

Demokrat menuduh Trump mencari bantuan asing untuk mengotori saingan. Biden sendiri merupakan kandidat rival terkuat Trump dalam pemilu 2020 mendatang.


Di bawah konstitusi Amerika Serikat, seorang presiden dapat dihukum karena melakukan pengkhianatan, penyuapan, atau kejahatan berat dan pelanggaran ringan lainnya. Hal tersebut dapat mengarah pada pemakzulannya.

Dalam catatan penggilan telepon yang dirilis Gedung Putih pada Kamis (25/9), disebutkan bahwa Trump membahas dengan Zelensky soal pemecatan jaksa pada 2016, Viktor Shokin.

"Saya mendengar Anda memiliki seorang jaksa yang sangat baik dan dia dipecat dan itu benar-benar tidak adil," kata Trump dalam cacatan tersebut.

"Banyak orang membicarakan hal itu, cara mereka membungkam jaksa penuntutmu yang sangat baik dan kau melibatkan beberapa orang yang sangat jahat," sambungnya seperti dimuat BBC

Disebutkan juga ada pembahasan soal Hunter dalam percakapan tersebut.

"Hal lain, ada banyak pembicaraan tentang putra Biden, bahwa Biden menghentikan penuntutan (pada putranya) dan banyak orang ingin mengetahui tentang hal itu sehingga apa pun yang dapat Anda lakukan dengan jaksa agung (Amerika Serikat) akan menjadi besar," sambungnya.

Pada bulan yang sama, Trump membekukan bantuan militer ke Ukraina. Tetapi dia bersikeras bahwa hal tersebut tidak digunakan untuk menekan pemerintah baru di Kiev.

Populer

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

Kejagung Tetapkan 11 Tersangka Korupsi CPO dan POME Rp 13 Triliun, Ini Daftar Namanya

Selasa, 10 Februari 2026 | 16:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

UPDATE

Kekayaan Fadjar Donny Tjahjadi yang Jadi Tersangka Korupsi CPO-POME Cuma Rp 6 Miliar, Naik Sedikit dalam 5 Tahun

Selasa, 10 Februari 2026 | 18:12

TNI AL dan Kemhan Belanda Bahas Infrastruktur Bawah Laut Kritis

Selasa, 10 Februari 2026 | 18:00

Beda Imlek dan Cap Go Meh, Ini Makna dan Rangkaian Tradisinya

Selasa, 10 Februari 2026 | 17:52

Kabar Baik! Bansos PKH dan Bencana Bakal Cair Jelang Lebaran

Selasa, 10 Februari 2026 | 17:36

KPK Sita 50 Ribu Dolar AS dari Kantor dan Rumah Dinas Ketua PN Depok

Selasa, 10 Februari 2026 | 17:27

Mengupas Multi Makna Kata 'Lagi'

Selasa, 10 Februari 2026 | 17:18

Keberadaan Manusia Gerobak Bakal Ditertibkan Jelang Ramadan

Selasa, 10 Februari 2026 | 17:07

Prabowo Diyakini Bisa Dua Periode Tanpa Gibran

Selasa, 10 Februari 2026 | 17:02

KPK Endus Pencucian Uang Korupsi Sudewo Lewat Koperasi

Selasa, 10 Februari 2026 | 16:49

Kejagung Tetapkan 11 Tersangka Korupsi CPO dan POME Rp 13 Triliun, Ini Daftar Namanya

Selasa, 10 Februari 2026 | 16:49

Selengkapnya