Berita

Boeing masih belum tahu kapan seri 737 Max bisa kembali terbang/Net

Dunia

Perihal Izin Terbang Boeing 737 MAX, FAA: Terserah Masing-masing Negara

RABU, 25 SEPTEMBER 2019 | 11:53 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Boeing digantung. Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA) masih belum bisa memberi kepastian waktu kapan Boeing 737 MAX bisa kembali terbang. Lebih lanjut, FAA justru mengembalikan hal tersebut kepada masing-masing negara.

"Prioritas pertama kami adalah keselamatan dan kami belum menetapkan jangka waktu kapan pekerjaan ini akan selesai. Setiap pemerintah akan membuat keputusan sendiri untuk memutuskan kapan pesawat kembali berdasarkan penilaian keselamatan menyeluruh," ungkap FAA, Senin (23/9), seperti yang dilansir oleh Channel News Asia.

Keputusan untuk mengembalikan kebijakan kepada masing-masing negara tersebut FAA sampaikan setelah melakukan pertemuan dengan panel regulator internasional di Kanada. Keputusan ini cukup mengherankan, mengingat FAA dipandang sebagai badan regulator pertama yang bertindak dalam kasus 737 MAX.


Namun, jika dilihat kembali keputusan tersebut sangat mungkin diambil karena setiap negara memiliki pandangan yang berbeda terkait dengan kembalinya 737 MAX.

Sebelumnya, Administrator FAA, Steve Dickson mengatakan akan menerbangkan kembali secara pribadi 737 MAX untuk menguji hasil perbaikan pesawat. FAA sendiri sebelumnya juga cukup yakin 737 MAX dapat kembali terbang dalam waktu dekat.

Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa punya pandangan lain. Menurut badan regulator terkemuka tersebut, 737 MAX masih perlu dievaluasi. Selain pesawat, pilot pun harus mendapatkan pelatihan simulator.

Sementara itu, pihak Boeing masih berharap 737 MAX dapat kembali terbang pada akhir tahun ini.  Untuk kemudian kembali beroperasi pada awal 2020.

Diketahui, Boeing 737 MAX di-grounded sejak Maret 2018. Menyusul dua kecelakaan maut yang menewaskan 346 orang di Indonesia dan Ethiopia.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Tiga Tahun UU TPKS: DPR Soroti Masalah Penegakan Hukum dan Temuan Kasus di Lapas

Kamis, 15 Januari 2026 | 12:08

Komisi III DPR Mulai Bahas RUU Perampasan Aset Tindak Pidana

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:48

Utang Luar Negeri Indonesia Kompak Menurun

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:34

Giliran Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono Diperiksa KPK di Kasus OTT Bupati Bekasi

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:19

Muncul Tudingan Pandji Antek Asing di Balik Kegaduhan Mens Rea

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:04

Emas Antam Naik Terus, Tembus Rp2,67 Juta per Gram!

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:54

KPK Tak Segan Tetapkan Heri Sudarmanto Tersangka TPPU

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:43

TAUD Dampingi Aktivis Lingkungan Laporkan Dugaan Teror ke Bareskrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:28

Istana Ungkap Pertemuan Prabowo dan Ribuan Guru Besar Berlangsung Tertutup

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:27

Update Bursa: BEI Gembok Saham Tiga Saham Ini Akibat Lonjakan Harga

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:17

Selengkapnya