Berita

Singapura dan AS sepakatu MoU baru soal penggunaan fasilitas militer/Net

Dunia

Perkuat Posisi di Asia Tenggara, AS Perbarui MoU Penggunaan Fasilitas Singapura Hingga 15 Tahun

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 | 15:02 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Amerika Serikat tampaknya masih ingin memperkuat kakinya di  Asia Tenggara. Pasalnya pada Senin (23/9), Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong dan Presiden AS Donald Trump sepakat untuk memperpanjang penggunaan fasilitas di negara itu hingga 15 tahun.

Channel News Asia
melaporkan, Lee dan Trump sepakat untuk memperbarui MoU 1990 tentang Penggunaan Fasilitas AS di Singapura. Penandatanganan tersebut dilakukan di sela-sela pertemuan Majelis Umum PBB ke-74 di New York, AS.

"Itu mencerminkan kerja sama kami yang sangat baik dalam hal pertahanan, dan kerja sama yang lebih luas yang kami miliki di berbagai bidang lain. Seperti keamanan, ekonomi, anti-terorisme, dan sosial budaya juga,"  ujar Lee.


Lee menambahkan, "Kami sangat senang dengan hubungan ini. Kami berharap untuk menumbuhkannya, dan kami berharap itu juga akan menjadi sarana bagi AS untuk memperdalam keterlibatannya di Asia Tenggara dan kawasan Asia Pasifik."  

Sementara itu, menurut informasi yang diperoleh dari Kementerian Luar Negeri Singapura, saat ini negara tetangga Indonesia tersebut sedang berusaha memperoleh empat F-35 Joint Strike Fighters dari AS. Kemungkinan jumlah ini akan bertambah.

Diketahui MoU 1990 merupakan kunci akses AS ke pangkalan udara dan laut Singapura selama 30 tahun terakhir yang ditandatangani oleh PM Lee Kuan Yew dan Wakil Presiden AS, Dan Quayle.

Kesepakatan tersebut telah membuat AS secara bergiliran mengerahkan pesawat tempur untuk latihan, pengisian bahan bakar dan pemeliharaan, serta kapal tempur pesisir dan pesawat P-8 Poseidon ke Singapura sejak 2013 dan 2015. Sedangkan Singapura memberikan memberikan dukungan logistik untuk personel transit, pesawat udara, dan kapal mereka.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Tiga Tahun UU TPKS: DPR Soroti Masalah Penegakan Hukum dan Temuan Kasus di Lapas

Kamis, 15 Januari 2026 | 12:08

Komisi III DPR Mulai Bahas RUU Perampasan Aset Tindak Pidana

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:48

Utang Luar Negeri Indonesia Kompak Menurun

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:34

Giliran Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono Diperiksa KPK di Kasus OTT Bupati Bekasi

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:19

Muncul Tudingan Pandji Antek Asing di Balik Kegaduhan Mens Rea

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:04

Emas Antam Naik Terus, Tembus Rp2,67 Juta per Gram!

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:54

KPK Tak Segan Tetapkan Heri Sudarmanto Tersangka TPPU

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:43

TAUD Dampingi Aktivis Lingkungan Laporkan Dugaan Teror ke Bareskrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:28

Istana Ungkap Pertemuan Prabowo dan Ribuan Guru Besar Berlangsung Tertutup

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:27

Update Bursa: BEI Gembok Saham Tiga Saham Ini Akibat Lonjakan Harga

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:17

Selengkapnya