Berita

Morrison dan Trump/Net

Dunia

Australia Merapat Ke AS, Satukan Suara Desak China Lepas Status "Negara Berkembang"

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 | 09:29 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Melesatnya perekonomian China dalam dekare terakhir seharusnya membuat negeri tirai bambu itu tidak lagi menyandang status sebagai "negara berkembang".

Perdana Menteri Australia Scott Morrison dalam pidato kebijakan luar negeri utama di Amerika Serikat (Senin, 23/9) mengatakan bahwa aturan perdagangan global saat ini sudah tidak lagi sesuai dengan tujuan dan harus diubah untuk mengakomodasi status baru China.

Menurutnya, selama ini, komunitas global telah terlibat dengan China untuk membantu perekonomiannya tumbuh. Namun kini saatnya komunitas global menuntut negara dengan kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia itu untuk melepas status "negara berkembang" dan mengambil lebaih banyak tanggung jawab dalam hubungan perdagangannya dan mengambil bagian lebih besar dari tanggung jawab global untuk mengatasi perubahan iklim.


"Lembaga-lembaga global dunia harus menyesuaikan pengaturan mereka untuk China, sebagai pengakuan atas status baru ini," kata Morrison dalam pidatonya di Dewan Chicago untuk Urusan Global.

"Itu berarti akan lebih banyak yang diharapkan, tentu saja, seperti yang selalu terjadi pada negara-negara seperti Amerika Serikat yang selalu memiliki pendirian ini," kata Morrison dalam pidato tersebut, seperti dimuat Reuters.

China sendiri diketahui enggan untuk melepaskan status sebagai negara berkembang di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Status tersebut membuat China mendapatkan perlakuan istimewa dan berbeda daripada negara ekonomi maju lainnya.

Negara yang dianggap sebagai negara berkembang berhak mendapatkan perlakuan khusus seperti subsidi dalam pertanian dan menetapkan batasan lebih tinggi dalam pasar untuk negara lain.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump diketahui menentang sikap China itu dan berjanji untuk menanggalkan status "negara berkembang" China di WTO.

Morrison satu suara dengan Trump. Dia menempatkan Australia sejalan dengan kampanye yang dipimpin Trump untuk menghapus status tersebut dari China.

Morrison juga sebelumnya mendesak China untuk mereformasi ekonominya dan mengakhiri perang dagang dengan Amerika Serikat.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Kasus Korupsi Kuota Haji Masuk Babak Baru, Gus Yaqut Cs Dilimpahkan ke JPU KPK

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:19

Kericuhan Warnai Kongres VII BM PAN di Banten

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:12

Purbaya Bidik Ekonomi Digital hingga Sektor Informal untuk Dongkrak Penerimaan Pajak

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:10

Trump Sebut Mojtaba Khamenei Nyaris Tumbang, Militer Iran Hancur

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:08

DPR Ingin Rampungkan RUU Perampasan Aset Tahun Ini

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00

JPO Tendean Rusak Berat Ditabrak Truk, Warga Diimbau Gunakan Jalur Alternatif

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Saham Shell Menguat Usai Divestasi Bisnis Energi Terbarukan di India

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Bantah Isu Penolakan, DPR Tegaskan RUU Perampasan Aset Masih Berproses

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:44

BRI Setor Rp19,1 Triliun ke Kas Negara di Kuartal I 2026, Bukukan Kontribusi Pajak Terbesar

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:21

Indonesia Harus Benahi Regulasi dan Insentif untuk Perkuat Filantropi

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:19

Selengkapnya