Berita

Presiden Jokoiw/Net

Politik

Jokowi Dinilai Lamban Sikapi Pengunduran Diri Tiga Pimpinan KPK

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 | 01:21 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Tiga pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan lantang telah menyerahkan mandat kepada Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.

Penyerahan mandat Agus Rahardjo, Saut Situmorang dan Laode M Syarif dinilai oleh sebagian kalangan sebagai bentuk pengunduran diri. Pandangan serupa diutarakan oleh anggota Komisi III DPR Nasir Djamil.  

Nasir bahkan menilai sikap ketiga pimpinan yang masih belum meninggalkan gedung KPK sebagai sesuatu yang tidak pantas atau plin plan.


“Kalau sudah mengundurkan diri kemudian balik lagi itu sama dengan menjilat ludah kembali yang sudah dibuang,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Senin (23/9).

Di satu sisi, politisi PKS itu mengaku heran dengan sikap Presiden Joko Widodo yang terkesan lamban dalam mengambil sikap. Seharusnya, saat tiga pimpinan menyatakan mundur, Jokowi segera melantik pimpinan baru. Apalagi, lima pimpinan baru sudah dipilih oleh DPR.

“Cuma sayangnya presiden tidak segera cepat mengambil tindakan. Saya enggak tahu kenapa presiden lambat merespon ini," ujarnya.

Menurutnya, penyerahan mandat berpengaruh pada legitimasi pimpinan dalam mengambil keputusan. Agus, Saut, dan Laode, sambungnya, sudah tidak memiliki legitimasi lagi untuk ikut memutus perkara yang ditangani KPK.

“Ketika dia sudah mundur dan serahkan mandat dan umumkan ke publik, menurut saya tindakan-tindakan hukumnya tidak legitimasi,” terangnya.

Senada dengan itu, pakar hukum pidana Suparji Ahmad menilai pimpinan yang sudah menyerahkan mandat tetapi tetap memproses suatu permasalahan hukum, maka akan menimbulkan masalah lagi.

“Jadi kalau tidak mau menghadapi masalah dan tak sanggup menjalankan tugas, mengundurkan diri saja. Jangan menyerahkan mandat,” terang pengajar Universitas Al Azhar Indonesia.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya