Berita

Lion Air PK-LQP/Net

Dunia

Dua Penyebab PK-LQP Jatuh Di Karawang Mulai Diungkap

SENIN, 23 SEPTEMBER 2019 | 15:26 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Penyebab kecelakaan pesawat Lion Air PK-LQP yang jatuh di perairan Kerawang pada Oktober 2018 dan menewaskan 189 orang mulai terungkap.

Sebuah laporan dari Wall Street Journal, mengungkap bahwa tim investigasi sudah menemukan penyebab pesawat Boeing 737 Max 8 yang jatuh saat terbang dari Bandara Soekarno-Hatta ke Pangkalpinang, Bangka Belitung.

Tim investigasi yang dimaksud menilai ada dua penyebab utama sehingga pesawat dengan nomor penerbangan JT-610 jatuh, yaitu masalah penyimpangan desain dan pengawasan.


Selain desain dan pengawasan dari pihak Amerika Serikat, serangkaian kesalahan pilot dan kesalahan perawatan juga berkontribusi dalam kecelakaan di perairan Karawang, Jawa Barat tersebut.

Meski demikian, Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Indonesia, Soerjanto Tjahjono masih enggan berkomentar. Dia masih menunggu adanya laporan akhir yang akan dirilis pada November mendatang.

Sebagaimana dikutip Reuters, adapun draf laporan tersebut telah diberikan kepada Boeing, Lion Air dan Administrasi Penerbangan Federal (FAA) Amerika Serikat pada 24 Agustus lalu.

Sementara itu, WSJ juga melaporkan, Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS (NTSB) siap untuk memberikan rekomendasi sesuai dengan laporan tersebut.

NTSB menyatakan terdapat beberapa rekomendasi mulai dari meningkatkan keterampilan terbang pilot secara manual hingga meningkatkan pemeriksaan FAA untuk desain pesawat baru.

Menanggapi hal ini, FAA menyatakan akan terus bekerja sama dengan regulator keselamatan penerbangan internasional lainnya dan akan mempertimbangkan semua rekomendasi dengan cermat.

FAA bahkan sudah membentuk panel regulator internasional yang terdiri dari berbagai negara.

Populer

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

Pujian Anies ke JK Benamkan Ade Armando Cs

Senin, 18 Mei 2026 | 04:20

UPDATE

Perkuat Inovasi, Anak Usaha Pertamina Sabet Penghargaan CCSEA Enam Kali

Sabtu, 23 Mei 2026 | 00:19

Tio Aliansyah Diadukan ke DKPP Gegara Ikut Helikopter Bareng Anggota KPU

Jumat, 22 Mei 2026 | 23:55

Legislator Kebon Sirih Ingin jadi Batman Benahi Gotham City

Jumat, 22 Mei 2026 | 23:35

173 Bandit Jalanan di Jadetabek Sukses Diringkus Polisi

Jumat, 22 Mei 2026 | 23:15

Kejagung Didesak Bongkar Pihak Terkait Bos Tambang di Kalbar Tersangka Korupsi

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:53

Tata Kelola RSUD dr Soedarso Disorot, Utang Pengadaan Obat Tembus Rp29 Miliar

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:49

Energy AdSport Challenge Wadah Mahasiswa Berprestasi Jalur Non-Akademis

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:47

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Komisioner Pertamina: Perempuan Jangan Takut Masuk Dunia STEM

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:15

Fraksi PKB Bakal Panggil Kapolda dan Kajati Kalbar

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:12

Selengkapnya