Berita

Kemenpora/Net

Politik

KPK Bakal Tarik Aset Pengadaan Pesta Olahraga Di Kemenpora

JUMAT, 20 SEPTEMBER 2019 | 03:16 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan akan mengembalikan aset negara (asset recovery) yang diduga dikorupsi oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Penyelamatan aset ini seiring dengan penetapan mantan Menpora Imam Nahrawi sebagai tersangka dalam kasus pengurusan dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) tahun 2018.

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif menyebut bahwa salah satu aset yang akan diselamatkan adalah pengadaan alat untuk persiapan pesta olahraga yang dihelat oleh Kemenpora. KPK, sambungnya, akan mengirim tim untuk menangani kasus ini.


"Tim pencegahan (KPK) akan segera turun, termasuk menyelamatkan aset-aset yang pernah ada beberapa kali pengadaan untuk persiapan pesta olahraga. Alatnya itu datang setelah pesta olahraganya berlalu, seperti itu," ungkap Laode kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (18/9).

Imam Nahrawi ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menerima total komitmen fee sebesar Rp 26,5 miliar dari pengurusan dana hibah KONI tahun 2018.

Rinciannya, sebanyak Rp 14,7 miliar didapatkan Imam melalui asisten pribadi, Miftahul Ulum. Kemudian, dalam rentang waktu 2016 hingga 2018, Imam juga meminta uang sejumlah total Rp 11,8 miliar dari kegiatan Satlak Prima di Kemenpora.

Pasca ditetapkan sebagai tersangka, Imam Nahrawi dicekal untuk bepergian ke luar negeri.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya