Berita

Refly Harun/Net

Politik

Favoritisme Kekuasaan Bikin Pemberantasan Korupsi Berliku

KAMIS, 19 SEPTEMBER 2019 | 04:44 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pemberantasan korupsi di Indonesia seperti menghadapi jalan berliku. Terutama setelah DPR mengesahkan revisi UU 30/2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Pakar hukum tata negara Refly Harun mencatat ada dua alasan mengapa pemberantasan di negeri ini selalu menghadapi jalan yang berliku-liku.

“Pertama karena sel koruptor yang terus beranak pinak,” terangnya dalam akun Twitter pribadi, Kamis (19/9).


Sementara faktor kedua adalah adanya sikap dari pendukung penguasa yang terlalu berlebihan. Sikap ini, katanya, berujung pada sikap kritis yang tumpul dan tidak bisa lagi melihat sesuatu secara obyektif.

“Kedua, favoritisme terhadap kekuasaan yang sering memandulkan daya kritis,” sambungnya.

Seolah pupus harapan, Refly mengaku bingung dengan sikap bangsa Indonesia yang tidak pernah sejalan dalam memberantas korupsi di negeri ini.

“Entah kapan negeri ini bisa bebas dari korupsi, kalau kita tak pernah sejalan dalam menghadapi para koruptor,” pungkasnya.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

BNI Bawa Tiga UKM Indonesia Tembus Pasar Korea Selatan

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:23

Api Ludeskan Rumah Tinggal di Cakung Timur

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:14

BNI Geber Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:01

Baznas dan Sound Rhythm Ajak Nonton Bola Sambil Sedekah

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:47

Rano Karno Targetkan 500 Penyanyi Tampil di Bundaran HI

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:16

Simpul Nominee Rumah Sentul

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:00

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Capai 1,13 Juta Penonton

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:52

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:45

KPK Rampungkan Analisis Laporan Penolakan Gratifikasi Raja Juli

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:34

Wamen Investasi: Kepastian Hukum Jadi Faktor Penting Tarik Investor Asing

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:22

Selengkapnya