Berita

Aksi damai di depan gedung DPR/Ist

Politik

Demonstran: KPK Perlu Obat Tuli Dan Alergi

JUMAT, 13 SEPTEMBER 2019 | 03:45 WIB | LAPORAN: DARMANSYAH

Dukungan revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) disampaikan kelompok massa yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Sipil, Pejuang Antikorupsi dan Manusia Pancasila AntiKorupsi (MAPAN) yang menggelar aksi damai di depan gedung DPR RI dan gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (12/9).

Para demonstran melakukan aksi teatrikal dengan memberikan kartu merah, peluit, dan jamu kepada KPK yang dinilai alergi kritik. Massa juga membawa alat peraga lainnya berupa spanduk, poster dan karangan bunga bertuliskan 'KPK Bukan Malaikat' serta membagikan bunga mawar kepada masyarakat untuk memberikan dukungan atas revisi UU KPK.

"Kedatangan elemen masyarakat di sini adalah dalam rangka memberikan dukungan DPR soal revisi UU KPK dan juga meminta KPK tidak antikritik, alergi untuk diawasi. Jika masih bandel, maka kami tidak segan-segan kirimi KPK obat anti tuli dan alergi supaya sembuh dari penyakitnya," tegas koordinator aksi, Ahmad.


Menurut dia, kritikan terhadap pemberantasan korupsi harus dilihat dalam rangka menyempurnakan kelemahan KPK. Katanya, dewan pengawas penting untuk memonitoring kerja KPK agar tidak liar.

Mereka pun mengapresiasi sikap beberapa tokoh yang mendukung Revisi UU KPK, seperti Wapres Jusuf Kalla, mantan Ketua perumus UU KPK, Romli Atmasasmita, hingga Yusril Ihza Mahendra.

"Tidak ada lembaga yang tidak diawasi, itu adalah prinsip dalam tata kelola pemerintah. Penting dan perlu digarisbawahi bahwa KPK ada masalah dan butuh perbaikan. OTT terus tapi KPK tak mampu menyelamatkan duit rakyat, justru malah tekor. Lebih baik mencegah daripada mengobati, pencegahan harus dimaksimalkan," sebut Ahmad.

Dikatakan Ahmad, sikap masyarakat sudah terbelah dalam menanggapi pro dan kontra soal revisi UU KPK. Oleh karenanya, KPK seharusnya introspeksi diri dan tidak berprasangka buruk terhadap pihak yang memberikan masukan maupun kritikan.

"Setiap orang beri masukan kok malah diserang, harusnya KPK transparan dan jujur. Slogan KPK berani, jujur, hebat buat apa kalau tidak diterapkan," pungkasnya.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

TNI Terima Penyerahan 75 Senjata Peninggalan Konflik Sosial Maluku

Minggu, 04 Oktober 2026 | 03:17

MPSI Dorong Badan Khusus Tangani Pengungsi Internal Papua

Minggu, 04 Oktober 2026 | 02:50

KDMP: Dari Dukungan Negara Menuju Kemandirian Anggota

Minggu, 04 Oktober 2026 | 02:25

Gibran Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Dugaan Keabsahan Ijazah

Minggu, 04 Oktober 2026 | 01:50

Berpengalaman di Bidang Reserse, Irjen Dadang Didapuk jadi Kapolda Metro

Minggu, 04 Oktober 2026 | 01:20

Ketika Karbon Menjadi Komoditas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:43

Miliki Segudang Pengalaman, Tugas Berat Kini Menanti Herimen sebagai Kabaharkam

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:28

Laporan Keuangan Danantara Ditargetkan Rampung Oktober

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:04

Kapolri Baru Harus Usut Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Mauk Sepatan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:33

Polisi Didesak Ungkap Kasus Pemecahan Kaca Mobil Jurnalis di Depok

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:13

Selengkapnya