Berita

BJ habibi saat mengunjungi makam kekasihnya Hasrie Ainun/Ist

Politik

Mengenang BJ Habibie, Saat Nasehati Sang Adik Yang Berduka Kehilangan Istri

KAMIS, 12 SEPTEMBER 2019 | 07:44 WIB | OLEH: MEGA SIMARMATA

Pejabat yang pernah menjadi Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Belanda adalah Kapten TNI (Purn) Junus Effendi Habibie, atau yang akrab dipanggil Fanny Habibie.

Fanny lahir di Parepare, Sulawesi Selatan, tanggal 11 Juni 1937, dan wafat di Jakarta tanggal 12 Maret 2012. Ia adalah adik kandung Presiden ke 3 Republik Indonesia BJ Habibie.

Istri Fanny Habibie, Meike Miriam Habibie, sudah lebih dulu wafat, 4 tahun sebelum wafatnya Fanny. Meike wafat di RS Medistra Jakarta tanggal 28 Februari 2008.


Sedangkan Hasri Ainun Besari (Ainun) Habibie wafat di Jerman tanggal 22 Mei 2010. BJ Habibie, yang memiliki nama panggilan Rudi, setiap hari menelepon sang adik (Fanny Habibie), pasca kematian Meike. Sebagai Kakak, Rudi ingin menghibur adiknya yang ditinggal mati sang istri.

Pak Fanny merupakan narasumber yang sering saya wawancarai, dan akhirnya menjadi sahabat baik saya. Pada suatu kesempatan, saat Rudi Habibie menelepon Fanny Habibie, saya sedang berada di kediaman Pak Fanny Habibie karena diundang beliau untuk  bersilahturahmi ke sana.

Jadi saat Pak BJ Habibie bertelponan dengan Pak Fabby Habibie, saya menyimak pembicaraan mereka. Walaupun saya tidak mengerti apa yang mereka perbincangkan karena kakak adik ini berbicara dalam bahasa Belanda.

Baik Pak BJ Habibie, maupun Pak Fanny Habibie, fasih luar biasa berbicara dalam bahasa Belanda. Setelah mereka selesai berbincang, Pak Fanny menceritakan pada saya isi pembicaraan mereka.

"Rudi kakak saya itu, menasehati saya untuk pergi berlibur memakai kapal pesiar ke negara di Eropa selama 1 atau 2 bulan. Nanti di kapal pesiar, Rudi bilang saya akan banyak dapat kenalan dan terhibur. Dia tidak ingin saya bersedih karena ditinggal Meike. Lalu saya jawab Rud, kamu itu banyak nasehat, dan belum merasakan apa yang saya rasakan, bagaimana sedihnya ditinggal orang yang sangat kita cintai. Saya enggak mau naik kapal untuk cari hiburan sebab nanti saya malah makin menangis di sana karena merindukan Meike," demikian dikatakan Pak Fanny Habibie kepada saya dalam suatu kesempatan.

Pak Fanny Habibie lantas menceritakan bagaimana karakter kakaknya yang super genius ini.

"Rudi itu, lembut sekali hatinya. Dia sangat pintar dan cenderung tidak bisa dinasehati. Sebab kalau sudah bertemu dengan Rudi, orang akan sulit berbicara karena Rudi yang akan bicara terus tanpa berhenti. Kecuali  kalau saya yang bicara, Rudi itu langsung dengar. Rudi sangat sayang sama saya. Hanya saya yang bisa tegur dia atau suruh dia melakukan sesuatu," lanjut Pak Fanny Habibie.

Termasuk saat wafatnya Mantan Presiden ke-2 RI , Soeharto. Pak Fanny menceritakan pada saya kegalauan Pak BJ Habibie.

"Rudi sangat hormat pada Pak Harto. Sangat sayang. Maka ketika Pak Harto wafat, Rudi telpon saya, Fan, saya datang melayat atau tidak ke Jakarta? Saya jawab, datang saja Rud. Ini kesempatan kamu yang terakhir menunjukkan rasa hormat kamu pada Pak Harto. Datanglah," kata Pak Fabby Habibie menceritakan pembicaraannya dengan Pak BJ Habibie saat Pak Harto wafat.

Akhirnya Pak BJ Habibie terbang dari Jerman ke Indonesia untuk melayat Pak Harto yang wafat di RS Pertamina tanggal 27 Januari 2008.

Walaupun ketika itu, Pak Habibie tidak diizinkan melihat jenazah Pak Harto. Tapi beliau dengan besar hati datang ke Jakarta untuk menyampaikan langsung rasa duka mendalam atas wafatnya Pak Harto.

Kini, Mantan Presiden ke-3 RI ini, telah dipanggil Tuhan. Pak Habibie wafat di RSPAD pada Rabu malam 11 September 2019. Dan akan dimakamkan hari ini, Kamis (12/9) di sebelah pusara Ibu Ainun Habibie.

Selamat Jalan Pak Rudi Habibie. Selamat berjumpa kembali dengan Ibu Ainun, belahan jiwa yang kepadanya hati, jiwa dan raga Bapak menyatu dalam keabadian cinta.

Selamat berjumpa kembali juga dengan Pak Fanny, adik tercinta yang telah lebih dulu berpulang ke hadirat Allah. Indonesia mengagumi anda, Pak Rudi.

Juga berterimakasih atas semua jasa dan pengabdian yang sangat mengagumkan kepada bangsa, negara dan rakyat Indonesia.

Rest In Peace In Heaven, Sir.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya