Berita

Akhir jabatan Jokowi diisi berbagai gerakan "mumpungisme"/Net

Publika

Akhir Yang Menyesatkan

SENIN, 09 SEPTEMBER 2019 | 17:11 WIB

AKHIR masa jabatan Jokowi penuh dengan fenomena kabur, menjilat, dan menyesatkan. Seolah-olah terjadi perlombaan dari gerakan "mumpungisme" di momen ujung periode.

Target beragam. Ada yang berharap "apa yang bisa didapat" dan ada pula yang berinvestasi untuk memanjangkan jabatan. Adapula yang mencari aman dan perlindungan.

Diawali Menkominfo yang menawarkan bisnis umroh dengan menggaet dua unicorn. Traveloka dan Tokopedia jadi perusahaan swasta dipromosikan dalam MoU dengan Pemerintah Arab Saudi.


Rakyat merasa ini adalah proposal, siapa tahu terpakai sebagai modal perpanjangan jabatan. Menteri Keuangan menunjukkan prestasi "menjilat" dengan menaikan tarif BPJS bersanksi sadis kepada penunggak.

Menteri Tenaga Kerja membuat Kepmenaker untuk membuka keran masuk seluas luasnya bagi tenaga kerja asing (Cina). Mendag bisa jualan Esemka "impor" sebagai produk kebanggaan Presiden. Walau sebenarnya harus memanipulasi produk.

Nah Presiden pun mengajukan proposal pemindahan ibukota untuk investasi jor-joran kelak. Konon untuk perpanjangan masa jabatan yang diusulkan hingga 8 tahun. Hal ini bisa dikaitkan dengan rencana pembangunan ibukota yang tentu memakan waktu.

DPR tak ketinggalan. Di akhir periode memaksakan membahas RUU Pertanahan yang dicurigai untuk memfasilitasi ibukota baru. Kemudian bekerja keras menunjukkan prestasi membuat UU "pembunuhan" KPK.

RUU P-KS juga dinilai sebagai modus penyesatan untuk melindungi zina dan LGBT. RUU KUHP yang juga ditarget cepat selesai karena mengandung delik "tendensius" Penghinaan Presiden. Masyarakat membaca delik ini dimaksudkan untuk membungkam kritik.

Sesungguhnya semua kebijakan itu tidak menguntungkan rakyat. Sebab yang terasa justru menyesakkan napas. Ini yang disebut akhir yang buruk (su'ul khotimah).

Di akhir jabatan itu seharusnya membuat gebrakan yang membahagiakan "happy ending". Tapi begitulah jika memang orientasinya bukan pada kepentingan rakyat. Melainkan kepentingan diri, instansi, dan golongan maka sudah pasti urusan kegembiraan rakyat akan dikesampingkan. Tak peduli pada kesulitan dan penderitaan rakyat.

Jika akhir dari perjalanan itu menyesatkan, maka agar tak tambah tersesat baiknya akhiri saja perjalanan. Ada mekanisme untuk itu. Kita berkonsesus untuk meluruskan kembali arah perjalanan bangsa.

Pancasila dan UUD 1945 menjadi landasan bagi pelurusan kembali arah perjalanan bangsa tersebut.

M Rizal Fadillah

Pemerhati Politik

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kejagung Diminta Awasi Ekstra Proyek Pembangunan IKN

Selasa, 22 September 2026 | 22:15

Suahasil Beberkan Tiga Jurus Perkuat Pengawasan Bea Cukai, Apa Saja?

Selasa, 22 September 2026 | 21:51

KPK Didesak Periksa Nusron agar Tak Muncul Spekulasi Liar

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Jangan Omon-omon, Pelaksanaan MBG Harus Dipersempit ke Daerah 3T

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Raja Juli Sepi, Muncul Nusron

Selasa, 22 September 2026 | 21:12

Pakai Amine System, SP-ABG Pertamina Turunkan CO2 pada Gas jadi 5%

Selasa, 22 September 2026 | 21:07

Selebgram Jule Hanya Pemakai Etomidate, Bukan Pengedar

Selasa, 22 September 2026 | 20:54

Wacana Pencalonan Presiden-Wapres Cukup Didukung Dua Fraksi Ingkari Putusan MK

Selasa, 22 September 2026 | 20:36

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy Anggraheni Hasil Pemberian Pengusaha

Selasa, 22 September 2026 | 20:18

Swing Voters dan Pilkades Bekasi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 19:59

Selengkapnya