Berita

Romo Magnis/RMOL

Politik

Romo Magnis: Yang Berharap Papua Merdeka Itu Jalan Buntu, Papua Akan Selalu Indonesia

SABTU, 07 SEPTEMBER 2019 | 18:20 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Harapan beberapa pihak yang ingin Papua merdeka dengan cara referendum dianggap hanyalah sebuah jalan buntu dan tidak akan pernah terjadi.

Begitu yang disampaikan Guru Besar Filsafat STF Driyarkara, Romo Franz Magnis Suseno. Menurutnya, Papua tidaklah sama dengan Timor Timor yang dengan seenaknya meminta merdeka dari Indonesia.

"Saya berpendapat bahwa meminta referendum, mengharapkan Papua merdeka itu jalan buntu. Saya mau jelaskan Papua itu tidak sama dengan Timor-Timor. Kita semua tahu sebenarnya kita tidak punya urusan, kemudian keluar Timor-Timor," ucap Romo Franz Magnis Suseno di acara Diskusi pubkik yang diselenggarakan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) dengan tema Mencari Alternatif Bagi Penyelesaian Konflik dan Ketidakadilan di Kantor DPP PMKRI, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (7/9).


Bahkan kata Romo, dunia Internasional tidak akan mendukung jika Papua ingin merdeka. Romo Magnis juga menekankan, Indonesia tidak akan pernah melepas Papua sebagai bagian dari NKRI.

"Ada suatu hukum yang tak tertulis Internasioanal yang menyatakan batas-batas negara yang ditarik waktu kolonial tidak boleh dirubah, tidak hanya Papua dan Papua Nugini, di Afrika dibanyak negara batas negara ditarik. Mengapa tidak boleh dirubah? karena batas ini berkaitan dengan budaya, suku, etnik begitu itu dirubah, semuanya menjadi kacau total," jelas Romo.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Prabowo Kumpulkan Ratusan Pengurus Kadin se-Indonesia di Istana

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:26

Larangan Dapur MBG Gunakan Barang Bersubsidi Sudah Tepat

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:25

Cegah Gagal Panen, Komisi IV DPR Minta Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:03

Indonesia-Tiongkok Perkuat Kemitraan Strategis Berbasis Ekonomi Hijau

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:53

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dinilai Paling Siap, Palangka Raya jadi Percontohan Digitalisasi Perlinsos Berbasis IKD

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:33

Praperadilan Ketiga Roy Suryo, Ahli Perkuat Dalil Permohonan Ganti Rugi Rp206 Juta

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:32

Jakarta Gandeng Banten Bangun Kawasan Ketahanan Pangan Terpadu

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:27

Digitalisasi Perizinan Tutup Celah Perdagangan Satwa Liar Ilegal

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:12

IHSG Sesi I Menguat 29 Poin, Saham TINS DEWA dan BBCA Paling Memikat Investor

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:12

Selengkapnya