Berita

Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil/Net

Politik

Wartawan Saja Ada Dewan Pers, Masak KPK Tidak Boleh Diawasi?

SABTU, 07 SEPTEMBER 2019 | 16:10 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Keberadaan Dewan Pengawas KPK yang disoal dalam salah satu poin revisi UU KPK dinilai tidak akan menggerus independensi KPK. Sebab, KPK memang perlu diawasi.

Hal itu diungkapkan anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil kepada wartawan susai mengisi diskusi publik di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (7/9).

"KPK itu harus diawasi, kalau enggak itu abuse abuse of power attent corrupt. Itu kan jelas tuh, makanya harus ada pengawasan," kata politisi PKS ini.


Nasir menjelaskan, bentuk pengawasan KPK itu salah satunya dengan keberadaan Dewan Pengawas. Adapun, terkait tugas wewenang fungsi dan mekanisme pemilihan Dewan Pengawas ini nanti akan diatur.  

"Nah nanti makanya siapa yang mengawasi (KPK), bagaimana bentuk pengawasannya, bagaimana tindak lanjut pengawasanya, itu yang harus diatur. Masa KPK enggak punya Dewan Pengawas, ah!" cetusnya.

Nasir kemudian mencontohkan insan pers atau wartawan yang juga memiliki semacam lembaga pengawas yang disebut Dewan Pers. Karenanya, KPK pun perlu diawasi oleh Dewan Pengawas KPK.

"Wartawan saja ada Dewan Pers yang mengawasi, masak KPK enggak boleh diawasi? Seharusnya pers yang enggak boleh diawasi, bebas menyampaikan. Tapi kan diawasi juga, ketika macam-macam dilaporkan ke Dewan Pers kan gitu?" demikian Nasir.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Kepala BRAN Dorong 3,1 Juta Hektare Lahan Transmigrasi jadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:32

KPK Pastikan Video Penjemputan Paksa Nusron Hoax!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:24

Quo Vadis 2 tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:23

Prabowo Setujui Kajian DEN soal Definisi Korupsi Berstandar Internasional

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:17

Penindakan 1.000 Tambang Ilegal: Kalau Tidak Sekarang, Kapan Lagi?

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:13

DPR Dorong Penguatan Koordinasi Penyaluran BBM

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:01

Gibran Terima Perwakilan WALUBI Bahas Karhutla hingga Bakti Sosial

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:50

KPK Perlu Periksa Hercules soal Uang Rp800 Juta Terkait Summarecon

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:46

Menteri Agama Optimistis Akan Ada Kebangkitan Syarikat Islam Jilid Baru

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:43

Pertamina Diusulkan Peroleh Insentif Sewa Kapal Tanker Lokal

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:41

Selengkapnya