Berita

Nelson Simamora/Net

Nusantara

LBH Jakarta Klaim Ada Pengibar Bintang Kejora Ditahan Di Sel Isolasi

JUMAT, 06 SEPTEMBER 2019 | 00:57 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Sebanyak enam mahasiswa Papua yang mengibarkan bendera Bintang Kejora di depan Istana Negara Jakarta telah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian.

Satu di antaranya adalah Jubir Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP) Paulus Suryanta Ginting.

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta mengaku mendapat informasi bahwa Surya ditahan di ruang isolasi Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.


Kepala Advokasi LBH Jakarta, Nelson Simamora menyebut bahwa informasi itu didapat saat kuasa hukum keenam mahasiswa yang ditangkap menjenguk para klien. Mereka mendapati kabar Surya ditahan di sel yang berbeda.

"Jadi yang kemarin kita dengar itu adalah Surya. Dia cerita ke kita waktu jenguk kuasa hukum kemarin (4/9) bahwa dia ruangannya terpisah," ucap Nelson Simamora saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (5/9).

Nelson menduga ruangan terpisah itu adalah ruang isolasi. Sebab berdasar penuturan Surya, ruangan yang ditempatinya tidak memiliki lampu penerangan dan dia hanya bisa menghadap ke dinding.

“Kata teman-temannya (tersangka lain) nggak ada lampu dan kemudian banyak nyamuk dan gelap. Kemudian hanya bisa lihat dinding. Kemudian dia nggak ada temannya di satu sel," jelasnya.

Selain Surya, polisi turut menangkap Ambrosius Mulait, Carles Kossay, Dano Tabuni, Isay Wenda, dan Wenebita Wasiangge. Mereka diduga telah melakukan tindak pidana makar karena adanya rencana ingin merdeka dan melakukan referendum.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya