Berita

Jokowi bersama elite parpol koalisi/Net

Politik

Pengamat LIPI: Jokowi Harus Ingatkan Parpol Koalisi Tolak Wacana Tambahan Pimpinan MPR

KAMIS, 05 SEPTEMBER 2019 | 10:16 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Dewan Perwakilan Rakat (DPR) RI saat ini melakukan paripurna membahas Revisi terhadap UU 2/2018 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD (MD3). DPR nampaknya serius menjadikan agenda penambahan pimpinan MPR sebagai prioritas revisi.

Pengamat politik LIPI Syamsuddin Haris meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan partai politik anggota koalisi Indonesia kerja untuk menolak wacana penambahan kursi pimpinan MPR.

"DPR hari ini juga akan putuskan utk ajukan inisiatif revisi UU MD3 yg isinya hendak menambah jabatan pimpinan MPR menjadi 10 orang. Semoga anda (Jokowi) bisa ingatkan parpol anggota Koalisi Indonesia Kerja untuk menolaknya. Revisi UU kok sekadar uuntuk tujuan bagi-bagi kekuasaan," demikian cuitan Syamsuddin, Kamis (5/9).


Diketahui, pembahasan awal revisi UU MD3 masuk dalam agenda Rapat Paripurna yang akan dimulai hari ini Kamis (5/9) pukul 10.00 WIB di Gedung Nusantara II, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta (5/9).

Pembahasan awal mendengarkan pandangan fraksi-fraksi terkait rencana revisi itu. Setelah itu, akan diambil bahwa revisi akan menjadi RUU usul inisiatif DPR.

Wacana revisi UU MD3 muncul seiring dengan perdebatan soal penambahan kursi pimpinan MPR RI periode 2019-2024.

Fraksi Partai Amanat Nasional mengusulkan jumlah kursi MPR menjadi 10 orang. Padahal dalam UU MD3 jelas ditetapkan jumlah pimpinan MPR adalah 5 orang.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Prabowo Bidik Produksi Sedan Listrik Nasional Mulai 2028

Kamis, 09 April 2026 | 16:15

Program Magang Nasional Tidak Tersentuh Efisiensi

Kamis, 09 April 2026 | 15:56

BGN Siap-siap Dicecar DPR soal Pengadaan Motor Listrik MBG

Kamis, 09 April 2026 | 15:41

Gedung Kementerian PU Mendadak Digeledah Kejati DKI

Kamis, 09 April 2026 | 15:33

Gibran Dukung Hakim Ad Hoc di Persidangan Andrie Yunus

Kamis, 09 April 2026 | 15:21

Purbaya Sebut World Bank Salah Hitung soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:19

Prabowo Dorong VKTR Jadi National Champion Industri Otomotif RI

Kamis, 09 April 2026 | 15:08

Jalan Merangkak Demokrasi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:01

Gibran Ajak Deddy Sitorus Sama-sama Berkantor di IKN

Kamis, 09 April 2026 | 14:37

Susun RUU Ketenagakerjaan, Kemnaker Serap Aspirasi 800 Serikat Buruh

Kamis, 09 April 2026 | 14:30

Selengkapnya