Berita

Aksi unjuk rasa Jampi/RMOL

Politik

Jampi: Jiwa Raga Rakyat Papua Merah Putih

SENIN, 02 SEPTEMBER 2019 | 20:07 WIB | LAPORAN: DARMANSYAH

Ratusan massa yang tergabung dalam Jaringan Muda Papua Indonesia (Jampi) menggelar aksi damai di depan Istana Negara.

Mereka menyerukan masyarakat Papua kembali sadar dan tidak mudah diperalat oleh kelompok yang membuat kerusuhan di bumi Cenderawasih.

"Miris ada saudara kita dari pegunungan Wamena merasa ditipu oleh oknum yang membuat kerusuhan dan manfaatkan isu rasisme. Tapi bersyukur masyarakat Papua sudah sadar dan menyesal sebab kerusuhan ini tidak berdiri sendiri ada biang keroknya," tegas Koordinator aksi Otis Rio, Senin (2/9).


Otis menyebut kerusuhan di Bumi Cenderawasih tidak terlepas dari provokasi, dan berita hoaks yang dilakukan oleh oknum dan organisasi yang berafiliasi dengan pihak asing. Bahkan media luar negeri juga menyebarkan berita hoaks meskipun meralatnya setelah ada protes keras.

"Bagaimana mungkin rakyat Papua yang dikenal sebagai miniatur Bhinneka Tunggal Ika itu seketika itu juga bisa bertindak 180 derajat. Kami menyakini Rakyat Papua sangat mencintai NKRI dan menolak Referendum," jelasnya.

Dia memastikan bahwa Papua sudah menjadi bagian yang sah dari NKRI dan diakui oleh hukum Internasional. Otis menyerukan agar jangan beri tempat para provokator dan LSM pro referendum.

"Jiwa dan raga rakyat Papua adalah Merah Putih. Kita harus bersatu melawan organisasi pro referendum yang menginginkan disintegrasi bangsa. Hanya merah putih dan Garuda di dada kami. Bubarkan organisasi yang pro pada gerakan makar," tegasnya.

Otis menegaskan bahwa Orang Asli Papua (OAP) memilih setia kepada NKRI dan tidak ada yang merasa terjajah sama sekali.

"Jika Papua merdeka maka akan mundur 2 abad ke belakang. Kami optimis bahwa suatu saat Presiden RI adalah Orang Asli Papua dan kita harus belajar lebih keras dan meningkatkan wawasan kita. Saya sangat cinta dan bangga kepada Papua, tetapi saya lebih Bangga sebagai bagian dari NKRI. Salam persatuan," pungkasnya.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Serap Aspirasi Warga Pandeglang, Arif Rahman Kawal Sektor Pertanian dan Perikanan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 10:14

Hormati Putusan MK, Komisi X DPR Minta Pendidikan dan MBG Tetap Jalan Beriringan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:57

Harga Minyak Dunia Catat Kenaikan Bulanan Terbesar Sejak Maret

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:51

Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu, Satu Gram Jadi Rp2,6 Juta

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:41

Kesiapan Fasilitas Zikir Kebangsaan Monas: Dari Ambulans Hingga Ratusan Ribu Konsumsi

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:34

K-SIGN Rote Ndao Dipacu Jadi Pilar Swasembada Garam Nasional

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:15

Harga Logam Mulia Terkoreksi Meski Mampu Akhiri Tren Penurunan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:02

Dul Mungkin Tak akan Naik Bus Malam Lagi Setelah Ketahuan Bawa Sabu

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:45

Arab Saudi Sambut Kesepakatan Pelucutan Senjata di Gaza, Israel Harus Mundur

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:34

Ramai Mal Pasang Pagar Tinggi di Tengah Situasi Kamtibmas Kondusif

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:23

Selengkapnya