Berita

Rapat Komisi XI DPR RI/RMOL

Politik

DPR Tidak Masalah PBI Naik Asal Orang Kaya Tak Pura-Pura Miskin

SENIN, 02 SEPTEMBER 2019 | 14:57 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Komisi XI DPR RI tak mempersoalkan usulan penyesuaian iuran program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk Penerima Bantuan Iuran (PBI) meningkat menjadi Rp 42.000 per bulan per orang.

Angka tersebut naik dari jumlah iuran sebelumnya sebesar Rp 23.000 per bulan per orang.

"Intinya begini, PBI ini mau naik Rp 42.000 itu tidak masalah karena dibayar pemerintah," ujar Wakil Ketua Komisi XI, Supriyanto di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (2/9).


Yang harus jadi persoalan, saat ini penerima manfaat PBI banyak yang tak sesuai dengan peruntukannya.

"Persoalannya cuma satu, kadang-kadang yang masuk PBI orang kaya, kemudian yang miskin bayar mandiri. Ini yang sekarang terjadi," jelasnya.

Oleh karenanya, ia menitikberatkan kepada Kementerian Sosial. Sebab penerima PBI diambil dari daftar milik Kemensos.

"Kami banyak ke daerah dan bertemu konstituen. Mereka enggak mampu bayar, mereka miskin tapi dia bukan penerima PBI. Padahal dia berhak mendapatkan PBI," sambungnya.

Politisi Partai Gerindra ini pun berpesan kepada Kemensos supaya hati-hati dalam memilih penerima PBI.

"Karena ini nanti akan kita sinergikan dengan kenaikan iuran, jangan sampai ini salah," tutupnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Steve Hanke Ungkit Lagi Keputusan IMF 1998, Klaim Rupiah Bisa Setara Dolar AS

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:12

Gibran Ingin Generasi Muda Jadi Perekat Persatuan Bangsa

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:06

Komut Pertamina Mochamad Iriawan Pastikan Kesiapan SAF dan Operasional B50 di Jawa Timur

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:57

Wall Street Berpesta! Dow Cetak Rekor

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:53

Nasib Nadiem Ditentukan di Sidang Vonis Hari Ini

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:42

Kekayaan AHY Naik Hampir Enam Kali Lipat, Kini Tembus Rp118,65 Miliar

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:29

STOXX 600 Menguat Tipis, Saham Teknologi dan Energi Topang Bursa Eropa

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:24

Jerman Tumbang, Paraguay Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:14

Pimpin BEI 2026-2030, Jeffrey Hendrik Targetkan Pasar Modal Indonesia Tembus 10 Besar Dunia

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:02

Dana GCA Diklaim Bisa Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

Selasa, 30 Juni 2026 | 06:48

Selengkapnya