Berita

ASN Pemporv DKI sedang membuka pusat pengaduan warga di Balaikota/RMOL

Nusantara

Selain Siapkan Dana Talangan BPJS, Pemprov DKI Jamin Warganya Dirawat Di Kelas III

SENIN, 02 SEPTEMBER 2019 | 13:56 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Defisit anggaran memaksa Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menaikkan iuran kepada pesertanya.

Wacana menaikkan iuran peserta BPJS hingga dua kali lipat dinilai terlalu berat dan menyusahkan.

Terkait hal tersebut, staf pegawai Pengaduan Bidang Kesehatan Pemprov DKI Jakarta Bima kuntum menjelaskan, khusus untuk warga Jakarta tidak perlu khawatir atas kenaikan BPJS tersebut.


Sebab ada solusi yang ditawarkan oleh Pemprov  DKI. "Jadi buat warga yang sakit dan dalam keadaan darurat, Pemprov sudah siapkan langkah untuk memberikan pertolongan," ujarnya saat ditemui di Gedung Balaikota Jakarta, Senin (2/9).

"Dengan catatan, orang atau pasien tersebut wajib memiliki kartu keluarga (KK) dan KTP Jakarta, serta siap untuk ditempatkan di rumah sakit dengan standar kelas III," sambungnya.

Kuntum menjelaskan, Pemprov menerima aduan dari masyarakat di Balaikota DKI dari pukul 7 sampai 9 pagi.

"Salah satu yang sering dikeluhkan itu ya soal BPJS. Saya kira nanti kalau betul-betul disahkan, bisa jadi lebih banyak yang membuat pengaduan," terangnya.

Kuntum menjabarkan, sebenarnya menjadi warga DKI Jakarta sangatlah beruntung karena puskesmas membantu membuat rujukan ke rumah sakit daerah atau swasta yang bekerja sama dengan BPJS untuk perawatan.

"Intinya asal mau di kelas III saja, " demikian Kuntum.

Pemprov DKI Jakarta juga mengantisipasi naiknya tunggakan BPJS Kesehatan dengan menyediakan dana cadangan atau dana talangan untuk menombok biaya rumah sakit.

Dinas Kesehatan bekerja sama dengan Bank DKI telah menyiapkan Kredit Supply Chain Financing (SCF) senilai Rp 93 miliar kepada enam RSUD di DKI Jakarta. Dana itu akan disalurkan kepada enam RSUD yang ada di Jakarta.

Dengan rincian dananya yaitu, RSKD Duren Sawit senilai Rp 5 miliar, RSUD Budhi Asih sebesar Rp 15 miliar, RSUD Koja sebesar Rp 20 miliar, RSUD Pasar Rebo sebesar Rp 18 miliar, RSUD Tarakan sebesar 15 miliar dan RSUD Cengkareng sebesar Rp 20 miliar.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya