Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Potensi Jadi Destinasi Wisata, Kompak Minta Walikota Jakarta Timur Bina PKL Kawasan Pulogadung

MINGGU, 01 SEPTEMBER 2019 | 18:26 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Walikota Jakarta Timur diminta turun tangan membina pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang jalan Pulo Buaran Raya Kawasan Industri Pulogadung,Jakarta Timur. Penataan itu untuk membuat nyaman berbagai pihak, seperti pedagang, pembeli, warga setempat maupun para pekerja di kawasan industri tersebut.

Ketua Umum Komunitas Pedagang Kawasan (Kompak), Abdul Gani Muhsinin berpendapat bahwa lokasi di sepanjang jalan Pulo Buaran Raya Kawasan Industri Pulogadung tiap Sabtu dan Minggu dimanfaatkan ribuan PKL menjual aneka produk barang maupun kuliner.

Selain itu, pengunjung yang datang juga membeludak. Mereka membeli barang sambil menikmati keindahan area kawasan Industri Pulogadung.


“Saya usulkan kepada Walikota Jakarta Timur untuk menata kawasan dan membina pedagang agar lebih maju dan sejahtera, Kata Abdul Gani, Minggu (1/9).

Abdul Gani menjelaskan, selama ini ribuan PKL yang belum terbina oleh pemerintah, setiap hari harus membongkar-pasang lapak yang sangat melelahkan.

“Kalau mereka dibina dan difasilitasi lahan dan tempat berdagang, maka akan kelihatan lebih rapi dan menguntungkan bagi semua pihak. Ditambah lokasi parkir yang layak sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas," tukasnya.

Kawasan Jalan Pulo Buaran Raya, tambah Abdul Gani, termasuk kawasan yang strategis untuk berjualan dan wahan rekreasi warga Jakarta Timur. Sehingga Kompak meminta Pemkot Jakarta Timur menjadi kawasan tersebsut sebagai destinasi wisata akhir pekan.

“Lokasi itu tiap Sabtu dan Minggu berubah jadi pasar dadakan yang sangat ramai dan meriah, namun sayangnya pihak terkait belum turun tangan untuk menata menjadi lebih nyaman sebagai pusat belanja rakyat," pungkasnya.


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya