Berita

Suparji Ahmad ingatkan pemerintah untuk tidak abaikan HAM dalam menyelesaikan masalah di Papua/RMOL

Politik

Pakar Hukum: Selesaikan Masalah Papua Secara Persuasif Dengan Tidak Abaikan HAM

SABTU, 31 AGUSTUS 2019 | 23:33 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Harus ada langkah konkret yang sistematis dan serius untuk menangani masalah Papua. Harus diselesaikan dengan cara-cara persuasif.

Namun perlu diperhatikan, langkah itu tetap dilakukan dengan kehati-hatian. Jangan sampai berpotensi menimbulkan masalah baru. Terutama soal pelanggaran hak asasi manusia (HAM)

Demikian pernyataan Pakar Hukum Universitas Al Azhar, Suparji Ahmad, saat ditemui Kantor Berita Politik RMOL di kawasan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat.


"Artinya tindakan secara persuasif itu harus betul-betul memperhatikan ketentuan yang berlaku dan tidak mengabaikan nilai HAM," ungkapnya, Sabtu (31/8).

Suparji melanjutkan, kalau terjadi pengabaian terhadap HAM maka akan menjadi isu yang meluas dan menambah kompleks persoalan.

"Semua pihak, apalagi mereka yang ada di lingkaran kekuasaan jangan memproduksi narasi-narasi negatif. Justru seharusnya menyatakan narasi solutif dan produktif untuk masalah papua," jelasnya.

Menurut Suparji, pengibaran Bendera Bintang Kejora yang terjadi kemarin harus dilihat dulu konteksnya apa. "Kalau membawa-bawa kemerdekaan  itu tentu tidak bisa dibiarkan," imbuhnya.

Jangan sampai hal tersebut dianggap biasa hingga menjadi berkelanjutan. Karena itu telah mengabaikan lambang negara Indonesia yaitu Bendera Merah Putih.  

"Baik presiden, pemerintah, dan penegak hukum harus menyelesaikan ini secepatnya," pungkas Suparji.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya