Berita

Menko Polhukam Wiranto/Net

Politik

Pemblokiran Internet Demi Kebaikan Agar Papua Tidak Dipecah-Belah Hoax

KAMIS, 29 AGUSTUS 2019 | 18:18 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Pemblokiran internet di wilayah Papua dan Papua Barat dilakukan pemerintah untuk menjaga keamanan agar penyebaran fitnah dan berita bohong atau hoax bisa ditekan.

Begitu dikatakan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Wiranto di Gedung Nusantara II, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (29/8).

"Kalau pemerintah bertindak itu bukan sewenang-wenang bukan melanggar hukum. Tapi semata-mata menjaga keamanan nasional, menjaga keutuhan nasional," ujar Wiranto.


Menurut Wiranto, salah satu penyebab konflik adalah fitnah yang kini banyak beredar melalui media sosial. Sehingga, selama kejadian itu berlangsung, maka jaringan internet akan dimatikan.

"Apa kita biarkan provokasi membakar-bakar masyarakat menyebarkan berita bohong lewat media sosial?" tukasnya.
   
Selain itu, Wiranto juga menegaskan menindak pihak yang mengibarkan bendera Bintang Kejora. Dia mengatakan ada peraturan yang mengatur tentang hukuman pengibaran bendera tersebut.

"Jadi kalau ada yang mengibarkan bendera itu apalagi di depan Istana dan sebagainya, pasti ada hukumnya ada undang-undang yang mengaturnya," kata Wiranto.

Ia mengatakan, tindakan terhadap pengibar bendera Bintang Kejora bukan berarti pemerintah bertindak sewenang-wenang. Itu memang karena ada peraturan yang berlaku.

"Pemerintah selalu bertindak sesuai dengan UU dan hukum yang berlaku," ujarnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

BRI Catat 6.022 Debitur KUR di Pangkalpinang, Didominasi Petani Sawit

Senin, 29 Juni 2026 | 22:23

Mengenal Emission Trade System

Senin, 29 Juni 2026 | 22:06

KPK Perpanjang Penahanan ASN BPK Sumsel Titin Rita Lestari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:52

DPR Minta Polisi Segera Penjarakan Penganiaya Caddy di Tangerang

Senin, 29 Juni 2026 | 21:36

Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Perkuat Resiliensi Media demi Pembangunan Papua

Senin, 29 Juni 2026 | 21:34

Ahmad Muzani Bicara Potensi Wisata Religi Saat Temui Ketua MPR Uzbekistan

Senin, 29 Juni 2026 | 21:32

Bupati Muara Enim Edison Masih Nginep di Rutan KPK dalam 40 Hari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:14

DMO dan RKAB Harus jadi Prioritas Amankan Pasokan Batu Bara

Senin, 29 Juni 2026 | 20:44

Hampir Rampung, Sekolah Rakyat Kementerian PU di Bekasi Usung Gentengisasi

Senin, 29 Juni 2026 | 20:36

Brasil vs Jepang: Duel Raksasa di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Senin, 29 Juni 2026 | 20:28

Selengkapnya