Berita

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menumpang Proton Saga yang dikendarai Sultan Johor Ibrahim bin Iskandar, 11 Januari 2019. Ini adalah Proton Saga pertama yang diproduksi Malaysia 34 tahun lalu./Net

Politik

Inilah Perbandingan Mobil Dinas Beberapa Pemimpin Di Asia

MINGGU, 25 AGUSTUS 2019 | 10:34 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Pemerintah berencana mengganti kendaraan dinas Presiden dan Wakil Presiden menjadi Mercedes-Benz S600 Guard  keluaran terbaru.

Menurut Kementerian Sekretaris Negara, penggantian mobil itu dilakukan melalui penunjukan langsung.

"Sesuai dengan anggaran yang tersedia, pada tahun 2019 mengadakan kendaraan keras VVIP Kepresidenan sebanyak dua unit melalui Sistem Penunjukan Langsung, mengingat diperuntukan bagi pengaman Presidean dan Wakil Presiden," tulis rilis itu.


Mercedes-Benz S 600 Guard dipilih berdasarkan pertimbangan teknis antara lain faktor keamanan, keandalan dan efisiensi biaya pemeliharaan yang semakian mahal karena usia pemakaian.

Mengiringi rencana pembelian kendaraan dinas baru untuk RI-1 dan RI-2 itu, di jejaring media sosial beredar informasi yang membandingkan kendaraan pemimpin di sejumlah negara di Asia.

Di Jepang, misalnya, disebutkan Perdana Menteri Shinzo Abe menggunakan mobil produksi negeri sakura, Toyota Century Royal, yang harganya diperkirakan berada pada kisaran Rp 1,17 milyar.

Presiden Republik Rakyat China (RRC) Xi Jinping juga disebutkan menggunakan mobil  produk negaranya sendiri, Hongqi L5, dengan harga sekitar Rp 11 milyar.

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad juga sama. Pria berusia 94 tahun itu menggunakan Proton buatan Malaysia, bukan yang paling mahal. Dari list terbaru mobil Proton disebutkan bahwa yang paling mahal  adalah Proton Exora Extra Bold 1.6 M/T dengan harga sekitar Rp 248 juta.

Sementara Presiden Korea Selatan, Moon Jaein, menggunakan mobil produksi negeri K-Pop, Hyundai Equus VL500, yang harganya sekitar Rp 1,68 milyar.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya