Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Golkar Tiga Kali Ganti Ketum, Raihan 85 Kursi Sebuah Prestasi

KAMIS, 22 AGUSTUS 2019 | 11:26 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Hanya Partai Golkar yang selama periode  2014-2019 mengalami pergantian ketua umum sampai tiga kali. Tetap mampu bertahan di posisi  dua besar parpol pemenang pemilu 2019, adalah sebuah prestasi yang patut diapresiasi.

"Raihan 85 kursi pada Pemilu 2019 bukan sembarang prestasi," kata Sya'roni, Ketua Presidium Perhimpunan Masyarakat Madani (PRIMA) kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (22/8).

Pada Munaslub 2017 lalu, Airlangga Hartarto terpilih secara aklamasi untuk memimpin Partai Golkar. Waktu konsolidasi yang dimilikinya sangat mepet. Pemilu 2019 sudah di depan mata.


"Prestasi yang ditorehkan Airlangga yang memimpin Partai Golkar selama 2017-2019, pantas diapresiasi," tambah dia.  

Menurut Sya’roni, kerja keras Airlangga secara konsisten mampu menaikkan elektabilitas Golkar yang sempat terpuruk. Pada November 2017, elektabilitas Golkar menurut survei Poltracking hanya dikisaran 10,9 persen. Kasus korupsi yang menyeret Setya Novanto sangat memukul citra Golkar.

Di bawah kepemimpinan Airlangga, Golkar mampu meraih 12,31 persen suara pada Pemilu 2019. Melonjak drastis dibanding elektabilitas tahun 2017, sebelum dipimpin Airlangga.

"Atas prestasi tersebut dan atas kepiwaian Airlangga dalam menakhkodai Golkar, maka sudah selayaknya bila kepemimpinannya dilanjutkan," ujar dia.

Sya’roni juga melihat, selama kepemimpinan Airlangga, dinamika politik di Partai Golkar sangat kondusif. Airlangga mampu merangkul semua faksi.

"Dan hebatnya lagi dalam pencalegan Pemilu Legislatif 2019, Airlangga mengakomodir 133 caleg milenial dari 573 caleg DPR yang diajukan Golkar," tandas Sya’roni.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya