Berita

Presiden Jokowi/Net

Politik

Jokowi Sebaiknya Cuekin Parpol Saat Susun Kabinet

KAMIS, 22 AGUSTUS 2019 | 11:23 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Pekan lalu Jokowi menyatakan penyusunan kabinet kerja jilid 2 sudah selesai. Ia menjelaskan saat makan siang bersama dengan sejumlah pemimpin redaksi media massa. 

Jokowi menyebut dari 34 anggota kabinetnya terdiri dari 45 persen kader parpol dan 55 persen berasal dari kalangan profesional.

Elite partai politik pun masih bermanuver untuk mendapatkan kursi menteri. Ketua Dewan Pakar Golkar Agung Laksono (Rabu (21/8) kepada awak media mengaku legowo dengan 3 jatah menteri yang diterima, meskipun sebenarnya partai beringin masih ingin mendapatkan jatah 4 kursi.


Elite lainnya, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar juga tersirat ingin mendapatkan tambahan jatah kursi menteri. Cak Imin saat sempat mengusulkan 10 kader sebagai calon menteri.

Cak Imin tak sungkan memuji habis Jokowi dan Megawati saat berpidato dalam pembukaan muktamar VI di Bali Selasa (20/8). Sebelumnya dalam kabinet kerja jilid 1, PKB mendapatkan 4 kursi menteri. Terbaru PKB dikabarkan hanya akan mendapat 2 kursi saja.

Direktur HICON Law & Policy Strategis Hifzdil Alim, menilai dalam periode kepemimpinan keduanya, Jokowi tidak memiliki beban apapun. Hifzdil meminta mantan Gubernur DKI Jakarta itu independen dalam menentukan siapa saja yang layak membantu selama 5 tahun mendatang.

"Semestinya Jokowi tidak perlu terlalu menghiraukan partai. Lebih tanpa beban juga dalam menunjuk menteri sebagai pembatu-pembantunya," tandas Hifzdil, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (22/8).

Partai politik, tambah Hifzdil, lebih baik difungsikan sebagai pengawas, tidak boleh turut serta mengeksekusi kewenangan presiden.

"Partai menjadi pengusul nama calon menteri saja serta pengawas atas kebijakan menteri yang sudah dipilih Jokowi. Soal siapa yang harus jadi menteri, saya pikir Jokowi lebih mengetahui kebutuhan untuk itu," tandasnya. 




Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya