Berita

Kibarkan bendera Merah Putih/Net

Publika

Konflik Papua

KAMIS, 22 AGUSTUS 2019 | 05:55 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

SEPARATIST Free Papua curi momentum geopolitical power vacuum pasca pilpres. Joint hand-in-hand dengan Poros III. Terus berusaha mendelegitimasi pemerintahan.

Sejarah akan menentukan; whether or not nama "Jokowi" dicatat di samping "Habibie" sebagai failed-president menjaga teritorial Indonesia.

Public social media diperdaya dengan isu sektarian. Mereka asyik bully Banser. Perkuat identity politics.


No sense of crisis. Papua memanas. Ada gerakan sporadis, yet tersistematis. Matang. Dipersiapkan sejak 1965; OPM lahir.

Konflik Papua mengambil bentuk “ethnic separatism”. Stressing pada “cultural and linguistic differences”. Diperkuat oleh sedikit ingredient perbedaan agama dan ras.

Di tahun 1968, US Ambassador Galbraith menyatakan OPM merepresentasikan “an amorphous mass of anti-Indonesia sentiment” dan “possibly 85 to 90 percent [of Papuans], are in sympathy with the Free Papua cause or at least intensely dislike Indonesians”.

Pernyataan ini signal kekalahan pertama kampanye internasional Indonesia.

Pak Harto dan Orde Baru mampu membalikan posisi. Segala upaya dilakukan membangun Papua. Soft and hard approaches. Menggulung gerakan separatis. Gus Dur mengadopsi “asymmetric federalism” dengan beri Otonomi Khusus Provinsi Papua dan Papua Barat.

Kampanye Internasional Free Papua hidup kembali di tahun 2008. International Parliamentarians for West Papua (IPWP) dirilis di Parlemen London. Figur seperti Melinda Jank dan Anti-Indonesianist Carmel Budiarjo terlibat.

IPWP merupakan “adopted formula” metode separatis yang sukses di East Timor.

Pemerintah Susilo Bambang Yudoyono membiarkan proxy dan agen CIA bertopeng aktivis hak-hak asasi beroperasi di Jakarta dan Papua.

Orang-orang seperti Veronica Kuman adalah Proxy Generasi Kedua pasca reformasi.

Segregasi agama dan rasis sentiment menguat lima tahun belakangan. Akibatnya, “coup-proofing“ rezim Jokowi melemah.

Satu manuver destabilisasi fabrikatif perusakan bendera trigger hyper activity gerombolan para militer dan menjadi alasan aksi separatis run amock di Manokwari, Sorong, Fakfak dan lain-lain.

Sudah saatnya rakyat bersatu. Presiden Jokowi harus duduk bersama dengan Pak Prabowo mencari format tepat mengatasi konflik Papua. Sebelum semuanya terlambat. Jangan biarkan free-rider bermain api.

Penulis adalah aktivis Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (Komtak)

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya