Berita

Rakorsus Tingkat Menteri soal Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan tahun 2019/RMOL

Politik

Hadapi Kemarau September, Wiranto Gelar Rakorsus Minimalisir Karhutla

RABU, 21 AGUSTUS 2019 | 17:40 WIB | LAPORAN:

Pencegahan menjadi fokus utama dalam Rakorsus Tingkat Menteri soal Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan tahun 2019, yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Wiranto di kantor Kemenkopolhukam, Jalam Merdeka Barat, Rabu (21/8).

Dalam rapat tersebut, Wiranto menyampaikan bahwa pencegahan kebakaran perlu dilakukan mengingat masih banyak lahan dan hutan yang berpotensi terbakar.

"Antara pencegahan dan pengendalian sebenarnya tidak ada pembatasan waktu yang konkret karena masing-masing wilayah ada potensi kebakaran. Sehingga pencegahan dan pengendalian tidak dapat kita pisahkan," jelas Wiranto.


Pencegahan, kata dia, bisa dilakukan melalui cara yang pernah dilakukan pada tahun 2015, 2017, dan 2018, yakni dengan kesiapan aparat berwenang hingga penambahan kelengkapan pengendalian kebakaran hutan dan lahan.

"Kesiapan untuk mengadakan sumur, embung, kanal-kanal, kolam air, cadangan air dan sebagainya ataupun kesiapan aparat yang langsung bisa mengerahkan personel dalam rangka pengendalian hutan dan lahan," sambungnya.

Pencegahan menjadi makin serius usai adanya peringatan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa puncak kemarau terjadi bulan Agustus dan September.

"Nah Agustus sudah hampir selesai, tinggal September. Berarti butuh keseriusan kita bagaimana caranya titik api ditekan sampai kemarau panjang, atau puncak kemarau itu berakhir," tegasnya.

Dalam rakorsus tersebut, hadir pula Menko Perekonomian, Darmin Nasution; Menteri Lingkungan Hidup, Siti Nurbaya; Menteri Sosial, Agus Gumiwang; Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo; dan lainnya.

Usai Wiranto memberikan keterangan, rakor tersebut dilanjutkan secara tertutup.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya