Berita

Abdul Somad/Net

Nusantara

Jemaah Yakin Ustaz Abdul Somad Tidak Akan Terjerat Kasus Penistaan Agama

RABU, 21 AGUSTUS 2019 | 06:24 WIB | LAPORAN: AZAIRUS ADLU

Ustaz Abdul Somad (UAS) nampak tenang meski sedang mengalami tuntutan hukum yang dilayangkan sejumlah kelompok masyarakat terkait dugaan penistaan agama.

Ketenangan itu terlihat tatkala UAS memberikan ceramah dalam pengajian dan Tabligh Akbar yang digelar di Masjid Agung, Jalan Diponegoro, Medan (Selasa 20/8).

"UAS sangat tenang dalam berceramah, seperti biasa. UAS menguasai ilmu dan mudah menjawab pertanyaan jemaah yang hadir," kata Azizah (59) warga medan yang mengelola sebuah PAUD.


Kepada Kantor Berita RMOLSumut, Azizah yang rajin datang dalam setiap pengajian UAS mengatakan, tidak ada perbedaan penampilan UAS hari ini dengan hari sebelumnya.

"Kita kan bisa lihat, ketenangan yang ditampilkan UAS, bukan pura-pura tenang atau tenang yang dibuat-buat. Dan tak ada juga pengawalan berlebih oleh panitia untuk acara ini," sambung Azizah.

Sementara itu, Abdul Hadi, jemaah yang lain berharap, masyarakat dapat melihat kasus dugaan penistaan agama yang dialamatkan ke UAS dengan jernih, dan lebih mengutamakan rasa saling memaklumi.

"Ceramah itu kan konsumsi internal, khutbah atau mimbar apapun yang disampaikan di sebuah komunitas, itu hanya konsumsi orang dalam. Dan dalil-dalil untuk menguatkan keyakinan dengan cara katakanlah seperti yang kata orang-orang itu sebagai penghinaan terhadap keyakinan yang lain, itu pasti ada di rumah ibadah manapun, dan dari mulut pemimpin agamanya. Jadi maklum saja," kata Abdul Hadi.

Menurutnya, yang justru harus ditelaah adalah motif orang yang menyebarkan potongan ceramah UAS di media sosial. Karena bisa dikatakan penyebar punya maksud terselubung saat menyebar potongan video cerama UAS.

"Yang perlu dicari tau, siapa yang posting penggalan ceramah UAS di medsos, apa motifnya dan kenapa dimunculkan disaat sekarang, dimana dialog untuk harmonisasi kerukunan beragama mulai dijalin kembali pasca pilpres?" demikian Abdul.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya