Berita

Menteri PPN Bambang Brodjonegoro/RMOL

Politik

Kepada Milenial, Kepala Bappenas Jelaskan Alasan Pemindahan Ibu Kota

SELASA, 20 AGUSTUS 2019 | 22:02 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Sejumlah kaum milenial diundang menjadi tamu undangan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) / Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dalam acara seminar Youth Talks: Yuk Pindah Ibu Kota.

Agar lebih menarik, Bappenas juga mengundang bintang tamu Tasya Kamila sebagai pembawa acara dan penyanyi Once Mikel untuk menghibur generasi muda yang hadir.

Di hadapan milenial, Menteri PPN Bambang Brodjonegoro menyampaikan isu penting berkaitan pemindahan Ibu Kota yang sudah disampaikan Presiden Joko Widodo dalam sidang tahunan MPR, DPR dan DPD RI, 16 Agustus kemarin.


Alasan utama yang mengharuskan Ibu Kota pindah adalah karena Jakarta sudah terlalu padat.

"Menurut data, Jakarta adalah kota ke-9 terpadat di dunia. Jakarta harus menanggung beban penduduk yang demikian besar dengan wilayah yang semakin kecil," ucapnya di gedung Bappenas, Jakarta Pusat, Selasa (20/8).

Kemacetan dan polusi udara juga menjadi catatan penting dalam kajian pemindahan Ibu Kota.

Hal lain yang diutarakan adalah posisi Ibu Kota yang berada di Pulau Jawa. Menurutnya, posisi Ibu Kota saat ini rentan terhadap ancaman gempa tsunami di Selat Sunda serta gunung berapi.

"Maka untuk mengurangi bebannya apa yang kira-kira bisa di bawa keluar dari Jakarta dalam waktu yang relatif singkat? Yakni pusat pemerintahan," tegas Bambang.

Atas pertimbangan tersebut, pemerintah kemudian memilih lokasi di luar pulau Jawa, Yakni di pulau Kalimantan.

"Jawa itu kecil dibanding pulau lainnya, tapi lihat penduduknya 150 juta jiwa. Ekonomi juga padat, yakni 58 persen ada di Jawa," tutupnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya