Berita

Komnas HAM bersama dengan perwakilan masyarakat Papua/RMOL

Nusantara

Komnas HAM Janji Usut Dugaan Pelanggaran HAM Kerusuhan Papua

SELASA, 20 AGUSTUS 2019 | 16:40 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Ungkapan keprihatinan disampaikan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) terkait dengan bentrok yang terjadi di Surabaya dan Manokwari, Papua Barat kemarin.

Melalui kewenangannya, Komnas HAM juga akan mengusut dugaan pelanggaran HAM dalam insiden tersebut sesuai dengan aduan perwakilan masyarakat Papua.

"Saya turut prihatian karena masih ada orang yang berbuat jahat sepeti itu. Komnas HAM berjanji berkoordinasi dan segera melakukan pendekatan untuk menyelesaikan konflik ini, juga akan secepatnya membentuk tim investigasi," kata Komisioner Komnas HAM, Amiruddin saat menyambut perwakilan masyarakat Papua di kantornya, Jalan Latuharhary, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (20/8).


Pihaknya juga meminta kepada penegak hukum dan pemerintah untuk memberikan perhatian lebih serta memproses pelaku rasisme terhadap mahasiswa Papua.

"Kami meminta kepada aparat untuk menindaklanjuti secara adil dan terbuka, siapapun yang melakukan," ujarnya.

Kelompok Masyarakat Papua didampingi Lokataru Foundation  secara resmi membuat pengaduan tertulis kepada Komnas HAM untuk segera mengusut dugaan pelanggaran HAM dalam insiden kerusuhan yang terjadi Manokwari, Papua Barat.

Pihaknya mendesak Komnas HAM melakukan penyelidikan terhadap aksi kekerasan dan ucapan rasisme dari ormas maupun oknum aparat hukum saat penggerebekan hingga penangkapan sejumlah mahasiswa di asrama Papua di Surabaya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya